Penembakan berdarah terjadi lagi di Prancis

Sumber gambar, AP
Di tengah pencarian pelaku penembakan di kantor majalah satire Prancis, Charlie Hebdo, terjadi lagi penembakan yang menewaskan seorang polisi wanita.
Seorang polisi tewas ketika seorang pria mengeluarkan tembakan di lokasi kecelakaan lalu lintas di Montrouge, pinggiran ibu kota Paris, Kamis (08/01), sehari setelah 12 orang tewas dalam serangan di kantor Charlie Hebdo.
Polisi wanita tersebut datang ke lokasi kecelakaan dan tiba-tiba muncul seseorang bersenjata dari jalan kecil dan menembak polisi dua kali, kata seorang wartawan radio Prancis, RFI, Carrie Nooten, yang berada di lokasi kejadian.
Pelaku, lanjutnya, juga menembak seorang lainnya yang mengalami luka pada wajah. Tetapi pelaku melarikan diri setelah sempat ditangkap oleh warga.
Dengan peristiwa itu maka jumlah orang yang diburu kepolisian Prancis sekarang berjumlah tiga orang. Namun polisi belum mengetahui apakah kedua penembakan mempunyai kaitan.
Serangan di Charlie Hebdo diyakini dilakukan oleh dua bersaudara, <link type="page"><caption> Cherif dan Said Kouachi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2015/01/150108_prancis_foto_kouachi" platform="highweb"/></link>.
Perdana Menteri Prancis Manuel Valls mengatakan Said dan Cherif Kouachi bukan nama yang asing di kalangan intelijen.
Tersangka ketiga dalam penembakan di Charlie Hebdo telah menyerahkan diri dan mempunyai alibi berada di sekolah ketika terjadi serangan.









