Jepang akan gelar pemilihan umum Desember

Sumber gambar, Reuters
Perdana Menteri Jepang Shinzo Abe mengumumkan pemilihan umum yang dipercepat pada pertengahan Desember dan akan segera membubarkan parlemen.
Dalam jumpa pers di Tokyo, Selasa (18/11), Abe tidak menyebut tanggal pasti pemilihan.
"Saya akan membubarkan Majelis Rendah pada 21 November," kata perdana menteri Jepang.
<link type="page"><caption> Shinzo Abe</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/search/?q=shinzo%20abe" platform="highweb"/></link> baru menjabat kurang dari dua tahun dan Jepang tidak harus mengadakan pemilihan umum sebelum tahun 2016. Partai yang dipimpinannya, Liberal Demokrat, menguasai mayoritas kursi di Majelis Tinggi maupun Majelis Rendah Jepang.
Menurut wartawan BBC di Tokyo, Rupert Wingfield-Hayes, Shinzo Abe ingin mengantongi mandat baru dari rakyat untuk menjalankan reformasi ekonomi yang jauh lebih ambisius.
Langkah itu diperlukan agar Jepang keluar dari stagnasi ekonomi yang sejauh ini belum bisa diatasi.
Pengumuman pemilihan umum yang dipercepat dikeluarkan sehari setelah ekonomi Jepang secara tidak diduga kembali masuk ke resesi.
Perdana menteri juga mengumumkan bahwa rencana kenaikan pajak penjualan ditunda dengan alasan kenaikan akan mengganggu usaha mengatasi deflasi.









