Penyelidikan atas kematian wartawan Aung Naing dimulai

Aung San Suu Kyi dan Aung Naing
Keterangan gambar, Aung Naing bertemu dengan pemimpin prodemokrasi Aung San Suu Kyi beberapa kali.

Makam seorang wartawan Myanmar, Aung Naing, digali kembali untuk penyelidikan atas kematiannya.

Aung Naing ditembak mati saat di tahanan militer setelah ditangkap karena melaporkan bentrokan di perbatasan Thailand pada bulan September.

Tentara mengatakan wartawan paruh waktu itu bekerja untuk kelompok pemberontak dan menembaknya ketika berupaya melarikan diri.

Namun keluarganya menegaskan dia hanya seorang wartawan biasa dan yakin disiksa oleh militer saat berada di dalam tahanan.

Wartawan BBC di Yangon, Jonah Fisher, melaporkan keluarga Aung Naing ingin mengungkap penyebab kematian yang sebenarnya dan kenapa tentara menguburkannya secara terburu-buru.

Keprihatinan internasional

Penyelidikan atas kematian Aung Naing, tambah wartawan BBC, bisa dilihat sebagai ujian atas reformasi di Myanmar yang sudah berlangsung selama sekitar tiga tahun terakhir.

Istri Naing, Thandar, mendapat informasi dari polisi dari Kyaike Mayaw -tempat dia ditangkap- bahwa makamnya akan digali Rabu 5 November.

Thandar, istri Aung Naing, akan membawa pengacara dan para saksi mata.

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Thandar, istri Aung Naing, akan membawa pengacara dan para saksi mata.

Thandar sudah menuju ke tempat itu dan mengatakan kepada wartawan akan membawa pengacara dan para saksi.

Aung Naing kerap melaporkan masalah ketegangan suku di perbatasan Myanmar-Thailand untuk surat kabar setempat dan pernah bertemu Aung San Suu Kyi beberapa kali.

Kematiannya memicu keprihatinan internasional dan pemerintah Amerika Serikuat menuntut agar dilakukan penyelidikan yang transparan dan bisa dipercaya.

Presiden Thein Sein, mantan penguasa militer, mengatakan komisi hak asasi manusia Myanmar yang akan melakukan penyelidikan.