PM Irak tolak keras serangan Arab di negaranya

Sumber gambar, MOD Crown Copyright 2014
Perdana Menteri Irak, Haider al-Abadi mengatakan kepada BBC dirinya "sangat" menolak negara-negara Arab bergabung dalam serangan udara terhadap kelompok yang menamakan diri sebagai Negara Islam atau ISIS di negaranya.
Dalam sebuah wawancara, dia mengatakan kekuatan udara Barat "menutupi banyak kekurangan" perang Irak terhadap kelompok jihadis.
Beberapa negara Arab, termasuk Arab Saudi dan Yordania, bergabung ke koalisi internasional melawan <link type="page"><caption> ISIS</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141001_tornado_isis.shtml" platform="highweb"/></link>.
Pesawat mereka melakukan serangan di Suriah, tetapi hanya pesawat dari Amerika Serikat, Inggris dan Prancis yang mengenai sejumlah sasaran di Irak.
Jet-jet tempur <link type="page"><caption> Inggris meluncurkan empat ruda</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/10/141001_tornado_isis" platform="highweb"/></link>l atas sejumlah kendaraan milik kelompok yang ingin disebut Negara Islam atau ISIS, ungkap menurut Kementerian Pertahanan Inggris.
Dalam serangan Selasa (30/09) malam, dua pesawat Tornado Agkatan Udara Inggris meluncurkan empat rudal Brimstone ke arah truk barang bersenjata dan sebuah kendaraan pengangkut di barat Bagdad, ibukota Irak.
Hari Selasa (30/S) kedua Tornado melancarkan <link type="page"><caption> serangan pertama</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140930_raf_serang_isis" platform="highweb"/></link> Inggris empat hari sesudah mendapat persetujuan parlemen.





