Kesepakatan keamanan Afghanistan-AS

afghanistan

Sumber gambar, ap

Keterangan gambar, Mohmmad Hanif Atmar dan Dubes AS James Cunningham pada acara penandatanganan kesepakatan.

Pemerintah baru Afghanistan menandatangani kesepakatan keamanan dengan sejumlah pejabat Amerika Serikat yang memungkinkan pasukan AS tetap di negara tersebut melebihi tahun 2014.

Persetujuan ditandatangani penasehat keamanan nasional yang baru saja ditunjuk Afghanistan, Hanif Atmar.

Presiden sebelumnya, Hamid Karzai, menolak menandatangani Kesepakatan Keamanan Bilateral (BSA) dengan AS, sehingga membuat hubungan menegang dan meningkatkan kekhawatiran keamanan.

Sebagian besar pasukan NATO akan ditarik tahun ini, sehingga hanya tinggal 9.800 pasukan AS tersisa di Afghanistan.

Jumlah keseluruhan pasukan dalam misi pimpinan AS pada permulaan tahun depan menjadi sekitar 12.500, karena selain AS terdapat juga sekutunya seperti dari Jerman dan Italia.

Duta besar AS untuk Kabul, Jim Cunningham, menandatangani kesepakatan yang cukup lama tertunda mewakili pemerintah Washington.

BSA mengizinkan sejumlah pasukan khusus asing tetap berada di Afghanistan untuk melakukan 'operasi mengatasi terorisme', di samping mendukung dan melatih pasukan Afghanistan.

Berdasarkan kesepakatan terpisah NATO yang juga ditandatangani hari Selasa, sejumlah negara yang dipimpin Jerman, Turki, Italia akan menyumbangkan sekitar 3.000 pasukan.