Tawanan Inggris disandera Daulah Islamiyah

cam

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Perdana Menteri Inggris David Cameron akan membahas langkah Inggris hari ini

Seorang warga negara Inggris menjadi salah seorang yang disandera oleh kelompok militan Daulah Islamiyah, seperti dikonfirmasi oleh kantor perdana menteri Inggris di Downing Street,

Konfirmasi ini datang setelah DI mengancam akan membunuh tawanan Inggris dalam video yang dirilis pada hari Selasa dan menunjukkan militan mengeksekusi seorang <link type="page"><caption> wartawan AS. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140902_jurnalis_as_dibunuh.shtml" platform="highweb"/></link>

Perdana Menteri David Cameron menyebut pemenggalan <link type="page"><caption> Stephen Sotloff</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140903_obama_as_irak.shtml" platform="highweb"/></link>, 31, yang ditangkap di Suriah pada 2013 "tindakan menjijikkan dan tidak terperikan."

Para pejabat Inggris mengatakan Cameron sudah berbulan-bulan mengetahui bahwa DI menculik seorang warga negara Inggris.

Pada hari Rabu (03/09) perdana menteri akan memimpin rapat komite darurat Cobra untuk membahas bagaimana pemerintah akan merespon pembunuhan ini.

Deputi editor politik BBC James Landale mengatakan ada debat yang mengemuka di Westminster mengenai kemungkinan tindakan militer Inggris, dengan seorang anggota parlemen Konservatif mengatakan kini ada dasar rasional dan emosional untuk mendukung langkah itu.

Sedangkan koresponden politik BBC Robin Brant mengatakan perhatian utama Cameron adalah mencegah kematian sandera Inggris yang oleh DI disebut sebagai calon korban potensial berikutnya.

Jika pemerintah gagal melakukan hal itu maka tekanan akan meningkat bagi Inggris untuk beralih dari peran kemanusiaan dan observasi di Irak terhadap peran penyerang yaitu bergabung dengan Amerika dan melancarkan serangan udara.