Obama: Pemenggalan tak akan intimidasi AS

obama

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Obama mengatakan pembunuhan Sotloff merupakan kekerasan yang mengerikan.

Presiden Barack Obama berjanji Amerika Serikat tidak akan terintimidasi setelah kelompok Daulah Islamiyah atau ISIS mengeluarkan video yang menunjukkan pemenggalan wartawan Amerika, Steven Sotloff.

Obama memperingatkan, "Ketahanan kami tinggi dan keadilan akan ditegakkan."

Wartawan Amerika lain, James Foley, juga dibunuh dengan cara yang sama bulan lalu.

Secara terpisah, Inggris melakukan pertemuan darurat komite Kobra setelah muncul ancaman pembunuhan tawanan Inggris yang juga ditunjukkan dalam video terakhir.

Juru bicara Dewan Keamanan Nasional Amerika Caitlin Hayden mengatakan agen intelijen Amerika telah "menganalisa video yang dikeluarkan baru-baru ini yang menunjukkan <link type="page"><caption> warga Amerika Steven Sotloff</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/09/140902_jurnalis_as_dibunuh.shtml" platform="highweb"/></link> dan menilai video itu asli."

Dalam jumpa pers di Estonia, Obama mengatakan pemenggalan itu merupakan "tindak kekerasan yang mengerikan dan kami tidak bisa bayangkan sakitnya perasaan setiap orang yang menyayangi Steven. Negara kami berduka bersama mereka."

Ia menambahkan, "Apapun yang dipikirkan dapat diraih oleh para pembunuh ini dengan membunuh warga Amerika seperti Steven, mereka telah gagal."

"Mereka gagal karena, seperti orang di seluruh dunia, warga Amerika terhentak atas tindakan barbarisme mereka. Kami tidak akan terintimidasi. Tindakan mengerikan mereka hanya akan menyatukan kami sebagai negara dan memperkuat tekad kami," kata Obama.