Ditutup pusat kebudayaan Iran di Sudan

Khartoum

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Sudan didominasi oleh Islam Sunni sementara Iran dengan Islam Syiah.

Sudan menutup Pusat Kebudayaan Iran dan memerintahkan para diplomat di pusat kebudayaan itu untuk pulang dalam waktu tiga hari.

Pernyataan juru bicara Kementrian Luar Negeri Sudan, Youssef al-Korfofani, menyebut pusat kebudayaan itu sudah menjadi ancaman bagi intelektualitas dan keamanan masyarakat.

Dia juga menambahkan para diplomat Iran di ibukota Khartoum sudah mendapat informasi tentang keputusan itu, setelah pemerintah mengamati dengan seksama kegiatan di pusat kebudayaan di Khartoum dan cabang-cabangnya.

Para wartawan melaporkan Sudan cemas dipromosikannya ajaran Syiah di negara yang didominasi umat Sunni.

Selama beberapa tahun belakangan, Iran berhasil mempertahankan hubungan dengan pemerintah Sudan yang beraliran Sunni, termasuk kerja sama militer.

Hubungan keduanya memicu tuduhan Israel bahwa Iran menyelundupkan senjata ke Jalur Gaza melalui Sudan.

Sejumlah laporan menyebutkan penutupan pusat kebudayaan juga didorong oleh kesulitan ekonomi di Sudan serta keinginan untuk mendapatkan akses ke bank-bank di negara Teluk, yang berseteru dengan Iran.

Hubungan dengan Iran selama ini dianggap menghambat upaya Sudan untuk berhubungan dengan negara-negara Teluk yang kaya, khususnya Arab Saudi.