Satu lagi wartawan AS disandera Daulah Islamiyah

Sumber gambar, Reuters
Ibunda Steven Sotloff, seorang wartawan asal Amerika Serikat yang diculik kelompok milisi Daulah Islamiyah atau ISIS, memohon agar anaknya dibebaskan.
Shirley Sotloff menyampaikan permintaan itu langsung kepada Abu Bakr al-Baghdadi, pemimpin Daulah Islamiyah, melalui sebuah pesan video.
Dalam pesan videonya, Shirley menyebut anaknya sebagai seorang wartawan yang bepergian ke Timur Tengah untuk meliput "penderitaan Muslim di tangan tirani."
"Steven tidak memiliki kendali atas tindakan pemerintah AS. Ia adalah seorang wartawan yang tidak bersalah. Saya paham bahwa Anda, kekalifahan, dapat memberikan pengampunan. Saya meminta Anda untuk membebaskan anak saya," kata Shirley.
"Saya meminta Anda untuk menggunakan kekuasaan Anda untuk menyelamatkan hidupnya dan mengikuti contoh yang ditunjukkan oleh Nabi Muhammad."
Sotloff yang hilang di Suriah tahun lalu muncul dalam video yang menunjukkan pemenggalan wartawan AS, <link type="page"><caption> James Foley. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140821_amerika_irak.shtml" platform="highweb"/></link>

Sumber gambar, Reuters
Militan bertopeng yang memenggal Foley menarik kerah kemeja Steven dan mengatakan, "Nyawa warga negara Amerika ini, Obama, tergantung kepada keputusan Anda berikutnya."
<link type="page"><caption> Kasus penyanderaan Steven Sotloff</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140821_foley_gagal.shtml" platform="highweb"/></link> tidak mendapat pemberitaan luas setelah ibunya mendapat pesan dari Daulah Islamiyah bahwa Sotloff akan dibunuh jika berita menyebar.
Tetapi pekan lalu, Sotloff muncul di penghujung rekaman video yang menunjukkan pemenggalan James Foley.
AS baru-baru ini melakukan <link type="page"><caption> serangkaian serangan udara</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140822_dunia_daulah_islamiyah.shtml" platform="highweb"/></link> terhadap sasaran-sasaran yang diyakini sebagai markas Daulah Islamiyah di Irak.









