Paus mendesak rekonsiliasi Korea

Sumber gambar, epa
Paus Fransiskus mendorong diwujudkannya rekonsiliasi Semenanjung Korea, pada hari terakhir kunjungannya ke Korea Selatan.
Warga Korea seharusnya menolak "serangkaian kecurigaan dan konfrontasi" dan menemukan cara baru bagi terciptanya perdamaian.
<link type="page"><caption> Paus</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140816_pausfransiskus_beatifikasi.shtml" platform="highweb"/></link> berbicara pada misa di katedral utama Seoul yang dihadiri Presiden Park Geun-hye dan sejumlah pembelot Korea Utara.
Di Katedral Myeongdong, Paus mengatakan semua warga Korea adalah "saudara laki-laki dan perempuan, anggota satu keluarga, satu masyarakat".
"Marilah kita berdoa bagi munculnya kesempatan baru untuk berunding, bertemu dan mengatasi berbagai perbedaan," ujar Paus.
Acara ini dilakukan bersamaan dengan dimulainya latihan militer besar Amerika Serikat dan Korea Selatan.
Latihan yang dinamakan Pengawal Kebebasan Ulchi ini berlangsung selama 12 hari dan melibatkan sekitar 80.000 personil AS dan Korsel.
Kegiatan seperti ini selalu membuat marah Korea Utara yang dalam beberapa minggu ini melakukan sejumlah uji coba peluru kendali jarak pendek, termasuk satu buah saat Paus tiba.
Kedua negara Korea secara teknis masih dalam keadaan berperang sejak Perang Korea 1950-1953 yang berakhir dengan gencatan senjata, bukannya traktat perdamaian.









