Pasukan Kurdi rebut kembali bendungan Mosul

mosul dam

Sumber gambar,

Keterangan gambar, Pasukan Kurdi "Peshmerga" dalam operasi merebut kembali dam Mosul

Pasukan Kurdi di utara Irak berhasil merebut kembali bendungan terbesar negeri itu dari tangan kelompok Daulah Islamiyah, demikian pejabat Kurdi.

<link type="page"><caption> Operasi pasukan Peshmerga</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140817_irak.shtml" platform="highweb"/></link> dilancarkan Minggu (17/8) pagi, didukung serangan udara AS.

Bendungan sangat strategis yang memasok air dan listrik ke kawasan Irak utara itu direbut militan Daulah Islamiyah (DI) alias ISIS pada 7 Agustus.

DI telah merebut sejumlah wilayah di<link type="page"><caption> Irak dan Suriah</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140817_iraq_syria.shtml" platform="highweb"/></link> dalam beberapa bulan terakhir.

Amerika Serikat mengaku telah menghancurkan atau merusak 19 kendaraan serta pos-pos penjagaan milik DI dalam serangan udara sekitar DAM, hari Minggu.

Hoshyar Zebari, warga Irak yang hingga bulan lalu menjabat sebagai Menteri Luar Negeri Irak mengatakan kepada BBC bahwa pasukan Peshmerhga mendapat "perlawanan sengit" dalam pertempuran merebut bendungan.

Dam Mosul memasok kebutuhan air dan listrik Irak utara

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Dam Mosul memasok kebutuhan air dan listrik Irak utara

Ditambahkannya, tujuan berikutnya adalah membersihkan pasukan bersenjata DI dari pegunungan Niniveh "untuk menjamin kembalinya kaum minoritas."

Ribuan minoritas Kristen dan Yazidi melarikan diri dari rumahnya, untuk <link type="page"><caption> menyelamatkan diri</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/08/140816_pembantaian_yazidi.shtml" platform="highweb"/></link> dari kaum militan Daulah Islamiyah.