Kekerasan baru atas perempuan di India

Sumber gambar, AFP
Kepolisian di negara bagian Uttar Pradesh, India, menemukan seorang perempuan tewas tergantung di atas pohon di sebuah kampung di distrik Bahraich.
Kepala polisi setempat, Happy Gutan, mengatakan kepada BBC korban berusia 44 tahun dan bekerja sebagai penjual minuman keras.
Dia menolak untuk berhenti menjual minuman keras walau mendapat ancaman dari sejumlah warga sekitar.
Otopsi sedang dilakukan untuk memastikan apakah dia juga diperkosa dan polisi sudah menanyai lima pria terkait ditemukannya jenazah perempuan itu, Rabu 11 Juni.
"Mereka (suami dan putranya) menduga dia, sebelum digantung, diperkosa dan dibunuh oleh para pria tersebut," jelas Gutan.
Insiden ini terjadi hanya beberapa pekan setelah <link type="page"><caption> dua perempuan </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140529_india_perkosaan.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> korban pemerkosaan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2014/05/140529_india_perkosaan.shtml" platform="highweb"/></link> berkelompok ditemukan tergantung di pohon, juga di Uttar Pradesh, yang memicu unjuk rasa di seluruh India.
Dalam perkembangan terpisah, Rabu (11/06), Perdana Menteri <link type="page"><caption> India</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/india/" platform="highweb"/></link> yang baru, Narendra Modi, mendesak anggota parlemen bekerja sama melindungi perempuan.

Sumber gambar, AFP
Di hadapan parlemen Modi merujuk pada pemerkosaan dan pembunuhan dua perempuan di Uttar Pradesh dengan mengingatkan agar anggota parlemen tidak mempolitisir insiden pemerkosaan.
"Hormati perempuan, keamanan mereka. Itu seharusnya menjadi prioritas bagi segenap 1,2 miliar orang," tegasnya.









