Warga Myanmar menculik dua pekerja tambang asal Cina

Warga Myanmar

Sumber gambar, Burmese

Keterangan gambar, Warga menentang tambang Letpadaung karena harus menyerahkan tanah mereka secara tidak adil.

Dua pekerja Cina tambang tembaga kontroversial di Myanmar, diculik oleh para warga yang menentang proyek tersebut.

Sebuah pernyataan dari Perusahaan Tambang Wanbao mengatakan ancaman sudah disampaikan untuk membunuh kedua pekerja jika operasi tambang tidak dihentikan.

Seorang pekerja Burma juga sempat diculik oleh pegiat yang menentang tambang. Dia bekerja pada perusahaan subkontraktor yang sedang melakukan survei pertanahan di dekat tambang. Namun dia sudah dibebaskan.

Tambang Letpadaung merupakan salah satu proyek tambang kontroversial di <link type="page"><caption> Myanmar</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/myanmar/" platform="highweb"/></link> dan beberapa kali menjadi tempat unjuk rasa para pegiat.

Beberapa unjuk rasa, antara lain oleh para biksu Buddha, <link type="page"><caption> diwarnai dengan aksi kekerasan dari aparat keamanan.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/12/121212_burma_protes.shtml" platform="highweb"/></link>

Penduduk setempat merasa dipaksa untuk menyerahkan tanah mereka secara tidak adil dan di bawah paksaan ke perusahaan tambang.

Perusahaan tambang Wanbao juga mengatakan sudah meminta bantuan dari aparat keamanan di tambang yang terletak di Provinsi Sagaing, di sebelah barat daya Myanmar.

Redaktur BBC Seksi Myanmar, Soe Win Than, mengatakan situasi di kawasan itu dilaporkan tegang.

"Laporan-laporan menyebutkan sekitar 100 aparat kepolisian sudah dikerahkan ke kawasan itu dan situasi saat ini tegang."