Cina sita kapal Jepang karena berhutang

Yoshihide Suga

Sumber gambar, reuters

Keterangan gambar, Menteri Kabinet Jepang Yoshihide Suga sangat menyesalkan penyitaan kapal.

Aksi Cina menyita sebuah kapal barang Jepang karena hutang sebelum perang dapat merusak hubungan perdagangan, kata juru bicara senior pemerintah Jepang.

Pengadilan Kelautan Shanghai menyatakan Baosteel Emotion, milik Mitsui OSK Lines, disita hari Sabtu (19 April).

Pengadilan memutuskan hal ini terkait dengan ganti rugi yang belum terbayar atas penyewaan dua kapal Cina di tahun 1936.

Kapal-kapal Cina tersebut kemudian digunakan militer Jepang dan karam di laut, lapor kantor berita Jepang Kyodo.

"Pemerintah Jepang sangat menyesalkan penyitaan tiba-tiba kapal perusahaan," kata Menteri Kabinet Yoshihide Suga hari Senini (21 April).

"Hal ini kemungkinan besar akan menyebabkan, pada umumnya, pengaruh merugikan terhadap<link type="page"><caption> bisnis Jepang di Cina</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2014/04/140416_bisnis_cina_ekonomi_naik.shtml" platform="highweb"/></link>."

Pemilik perusahaan perkapalan, yang dilaporkan Kyodo bernama Zhongwei Shipping, meminta ganti rugi setelah Perang Dunia Kedua.

Kasus ini dibuka kembali di pengadilan Shanghai di tahun 1988, lapor media Cina Global Times.

Pengadilan pada tahun 2007 memutuskan Mitsui membayar £18 juta sebagai ganti rugi dua kapal yang disewakan kepada Daido, perusahaan yang kemudian menjadi bagian Mitsui, laporan Global Times dan kantor berita Kyodo.

Mitsui mengajukan banding tetapi ditolak pada tahun 2012, lapor Kyodo.