Arab Saudi deportasi 370.000 pekerja asing

Sumber gambar, AP
Arab Saudi mengatakan sudah memulangkan sekitar 370.000 warga asing dalam waktu lima bulan belakangan.
Juru bicara Kementrian Dalam Negeri, Letkol Ahmad al-Lehidan, mengatakan lebih dari 18.000 lainnya sedang berada di pusat penahanan menunggu deportasi.
Dia menambahkan para pekerja pendatang itu melanggar izin tinggal maupun melanggar undang-undang perburuhan.
<link type="page"><caption> Pemerintah Arab Saudi mulai memulangkan para pekerja</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/11/131104_tki_visa_saudi.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> gelap</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/11/131104_tki_visa_saudi.shtml" platform="highweb"/></link> setelah masa amnesti berakhir awal November tahun lalu.
Para kelompok pegiat hak asasi mengatakan banyak pekerja asing yang ditahan dalam kondisi buruk.
Awal bulan ini, seorang warga Yaman mati karena terinjak-injak ketika terjadi kerusuhan di pusat penahanan.
Pekan pertama November 2013, terjadi bentrokan antara polisi Arab Saudi dengan pekerja pendatang di ibukota Riyadh, yang menyebabkan dua orang tewas dan puluhannya cedera.

Sumber gambar, AP
Diperkirakan jumlah pekerja asing di Arab Saudi sempat mencapai sembilan juta karena lemahnya penegakan hukum sehingga banyak yang masih bertahan di sana walau izin tinggalnya sudah habsis.
Keputusan untuk mengurangi para pekerja asing, menurut pihak berwenang, untuk memberikan lapangan kerja kepada warga Arab Saudi.
Negara perekonomian terbesar di dunia Arab ini dilaporkan menghadapi tingkat pengangguran sebesar 12% di kalangan warganya sendiri.









