PBB minta tambah pasukan di Sudan Selatan

Sudan Selatan
Keterangan gambar, Sekitar 40 ribu orang mengungsi di kamp misi PBB di Sudan Selatan

Sekjen PBB meminta Dewan Keamanan untuk meningkatkan jumlah pasukan di Sudan Selatan.

Ban Ki-moon meminta tambahan 5.500 polisi untuk memperkuat pasukan perdamaian yang berjumlah 7.000 di negara tersebut, menyusul meningkatnya kekerasan dan dugaan tindakan kekejaman.

Sebelumnya dia mengatakan setiap orang yang terlibat dalam peristiwa kekerasan akan dimintai petanggungjawaban.

Ban mengatakan <link type="page"><caption> serangan terhadap warga sipil dan pasukan penjaga perdamaian PBB</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131223_pbb_sudan_konflik_etnis.shtml" platform="highweb"/></link> "harus segera dihentikan".

"PBB akan menyelidiki laporan pelanggaran HAM berat dan kejahatan terhadap kemanusiaan," kata dia.

"Mereka yang menduduki posisi senior harus bertanggung jawab secara pribadi dan menghadapi konsekuensi, meski jika mereka mengklaim tidak mengetahui mengenai serangan tersebut."

Ban meminta tambahan pasukan melalui sebuah surat kepada Dewan Keamanan PBB sebanyak 5.000 personil yang diambil dari pasukan PBB di negara Afrika lain, termasuk Liberia dan Republik Demokratik Kongo.

Puluhan ribu orang telah mengungsi, menyusul penguasaan sejumlah kota besar oleh pasukan pemberontak yang diduga mendukung mantan wakil presiden Riek Machar.

Saingannya, Presiden Salva Kiir menjanjikan melakukan serangan terhadap para pemberontak.

President Kiir, yang berasal dari kelompok etnis mayoritas Dinka memecat Machar, yang merupakan bagian dari komunitas Nuer, Juli lalu.

Pekan lalu, presiden menuduh Machar berupaya melakukan kudeta, yang dibantah oleh mantan wapresnya itu.

Konflik personal kedua pemimpin ini dikhawatirkan akan memicu konflik yang lebih besar antara etnis Nuer dan Dinka.

Kekarasan telah terjadi di sejumlah wilayah di Sudan Selatan dan pemberontak telah menguasai kota Bor dan Bentiu.

Sekitar 500-1.000 orang diperkirakan tewas dalam pertempuran dan sekitar 40.000 orang mengungsi di kamp PBB.