Polisi Turki dipecat menyusul penahanan kasus korupsi

Mustafa Demir, walikota kawasan Fatih, Istanbul, termasuk di antara yang ditahan
Keterangan gambar, Mustafa Demir, walikota kawasan Fatih, Istanbul, termasuk di antara yang ditahan.

Lima perwira tinggi kepolisian Turki dipecat, termasuk kepala unit yang memimpin penyelidikan korupsi, menurut media di negara tersebut.

Lima pejabat itu disebutkan dipecat di Istanbul sehari setelah paling tidak 52 orang diciduk, <link type="page"><caption> termasuk putra menteri kabinet</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/12/131217_turki_korupsi.shtml" platform="highweb"/></link> serta pengusaha yang dekat dengan Perdana Menteri Recep Tayyip Erdogan.

Penahanan yang dilakukan hari Selasa (17/12) mengejutkan banyak kalangan di Turki.

Wartawan BBC di Istanbul James Reynolds mengatakan penahanan serta pemecatan polisi itu merupakan bukti terjadinya pergulatan antara partai yang memerintah AK dan seorang mantan sekutu, Fethullah Gulen.

Gulen dikenal sebagai pemuka Islam yang tinggal di pengasingan di Amerika Serikat dan membantu kemenangan partai AK dalam tiga pemilu sejak 2002.

Pengikutnya disebutkan memiliki posisi berpengaruh di kantor-kantor pemerintah dari polisi sampai dinas rahasia, bidang yudikatif serta di Partai AK sendiri.

Para pengamat di Turki mengatakan aliansi Partai AK dengan Gulen mulai pecah apalagi setelah pemerintah membicarakan tentang rencana penutupan sekolah-sekolah swasta termasuk yang dimiliki oleh gerakan Gulen, Hizmet, November lalu.

Dalam pidato setelah gelombang penahanan Selasa, Erdogan menyatakan tidak akan tunduk pada "tekanan" apa pun dan "kemitraan kotor" yang bertujuan untuk menciptakan perpecahan di antara partai yang memerintah.