Tiga mantan polisi bebas dari dakwaan penyiksaan

Tiga mantan polisi Mesir dinyatakan bebas dari dakwaan menyiksa lima tahanan pada masa pemerintahan mantan presiden Hosni Mubarak.
Ketiganya, ketika masih aktif bertugas, dituduh menyetrum para tahanan tersebut serta memukuli dan tidak memberi makan selama diinterogasi.
Masih tidak jelas apakah para tahanan yang disiksa itu masih berada di dalam penajra atau sudah bebas.
Keputusan pengadilan di Kairo hanya sehari setelah <link type="page"><caption> belasan perempuan divonis hukuman penjara</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/11/131128_mesir_morsi.shtml" platform="highweb"/></link> terkait dakwaan menjadi anggota kelompok teroris, mengacaukan lalu lintas, sabotase dan menggunakan kekerasan.
Hukuman atas para perempuan ini tampaknya merupakan bagian dari upaya pemerintah sementara <link type="page"><caption> Mesir</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/mesir/" platform="highweb"/></link> untuk memberangus pendukung Mohamed Morsi, yang <link type="page"><caption> digulingkan </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130703_militer_morsi.shtml" platform="highweb"/></link><link type="page"><caption> militer dari kursi presiden pada 3 Juli lalu. </caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130703_militer_morsi.shtml" platform="highweb"/></link>
Lebih dari 1.000 tewas dalam upaya pembubaran unjuk rasa pendukung pro-Morsi maupun akibat bentrokan antara para pendukung dan penentang Morsi.
Sementara ribuan anggota Ikhwanul Muslimin -yang mendukung Morsi- maupun beberapa pemimpinnya ditangkap dan menunggu proses pengadilan.
Morsi terpilih sebagai presiden dalam pemilihan umum sejak jatuhnya Hosni Mubarak, Februari 2011, lewat aksi unjuk rasa massal.









