Tenaga kerja Sudan terbunuh dalam bentrokan di Saudi

Pekerja asal Ethiopia
Keterangan gambar, Ribuan pekerja asal Ethiopia menyerahkan diri ke pihak berwenang Arab Saudi.

Polisi Arab Saudi mengadakan patroli di satu kawasan Riyadh setelah seorang warga Sudan terbunuh dalam demonstrasi pekerja asing ilegal.

Seorang pekerja asal Sudan itu tewas dalam bentrokan di Manfuhah pada Rabu kemarin (13/11) dan hari ini aparat keamanan mengadakan patroli di sana.

Manfuhah telah mengalami kerusuhan selama beberapa hari terakhir di tengah upaya pihak berwenang Arab Saudi untuk melakukan razia terhadap pendatang gelap setelah <link type="page"><caption> periode pemutihan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2013/11/131104_tki_visa_saudi.shtml" platform="highweb"/></link> bagi tenaga kerja asing ilegal berakhir pada 3 November lalu.

Menurut polisi, dalam kerusuhan kemarin, imigran gelap "membuat kerusuhan, melempar batu ke orang yang lewat dan ke mobil".

Aparat keamanan kemudian bertindak dan "mengendalikan" situasi.

Pihak berwenang menerjunkan pasukan di Manfuhah menyusul bentrokan antara warga Saudi dan pendatang, sebagian besar dari Afrika.

Aksi pekerja asing tidak hanya terjadi di ibukota Arab Saudi, tetapi juga terjadi di Jeddah. Polisi membubarkan massa imigran, terutama dari Ethiopia, yang berusaha memblokir jalan.

Sejauh ini 23.000 orang asal Ethiopia, termasuk anak-anak dan perempuan, telah menyerahkan diri ke pihak berwenang Arab Saudi setelah masa amnesti berakhir, sementara ribuan orang lainnya dari berbagai negara, termasuk Indonesia, menunggu pemulangan.