IMF pangkas perkiraan ekonomi global

Lembaga Moneter Internasional, IMF, memangkas perkiraan pertumbuhan ekonomi global menjadi 2,9% pada tahun ini, turun dari perkiraan Juli sebesar 0,3%.
Untuk tahun 2014, IMF memperkirakan pertumbuhan ekonomi global sebesar 3,6% turun 0,2% dari perkiraan awal.
IMF menyebut, mereka memangkas perkiraan pertumbuhan ini karena pelemahan di sejumlah negara berkembang.
Meski ada perbaikan dalam pertumbuhan negara maju seperti Inggris dan AS, IMF memperingatkan bahwa pelambatan ekspansi di negara berkembang seperti Brasil, Cina dan India, menahan laju pertumbuhan global.
IMF memperkirakan pertumbuhan di Rusia, Cina, India dan Meksiko akan lebih lambat ketimbang perkiraan yang dikeluarkan Juli silam.
Tensi di AS
Bagian lain yang juga menjadi alasan pemangkasan adalah kemungkinan perubahan kebijakan bank sentral AS. Diperkirakan AS akan memangkas upaya stimulasi ekonomi mereka yang sebelumnya sudah berdampak pada suku bunga di negara berkembang, kata IMF.
IMF juga memperingatkan peningkatan tensi politik di AS akan mempengaruhi pembayaran utang mereka, dan hal itu "bisa secara <link type="page"><caption> serius merusak ekonomi global</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/10/131003_as_imf.shtml" platform="highweb"/></link>".
Sementara untuk kawasan euro, IMF mengatakan ada keyakinan stabilisasi ekonomi seperti di Italia dan Spanyol, dan Jerman yang sudah dianggap pulih.
"Singkatnya, pemulihan dari krisis akan berlanjut, walau berjalan terlalu lamban," kata Olivier Blanchard, penasihat ekonomi di IMF.
"Arsitektur sistem keuangan terus berkembang, dan bentuk masa depan masih belum jelas. Isu ini masih akan membentuk perkembangan ekonomi dunia di tahun-tahun mendatang."
Sedangkan pertumbuhan Inggris diperkirakan naik sebesar 0,9% dari perkiraan Juli menjadi 1,4%. Dan tahun depan IMF memperkirakan pertumbuhan Inggris mencapai 1,9%.
Perkiraan untuk Inggris ini lebih besar menyusul keyakinan bisnis dan konsumen yang lebih tinggi. Bagaimanapun IMF menyarankan pemerintah Inggris untuk mendorong pertumbuhan dengan memajukan rencana infrastruktur publik, seperti membangun rumah baru.









