Mesir perpanjang keadaan darurat

Juru bicara presiden Mesir mengatakan pemerintah memperpanjang status keadaan darurat di seluruh negara itu selama dua bulan karena alasan keamanan.
Perpanjangan keadaan darurat mulai berlaku hari Kamis ini (12/09).
"Presiden Adly Mansour memutuskan untuk memperpanjang keadaan darurat... selama dua bulan," kata juru bicara presiden, Ehab Bedawy seperti dikutip kantor berita AFP.
Keputusan diambil atas pertimbangan "perkembangan dan situasi keamanan" di Mesir.
Perpanjangan keadaan darurat ini telah diperkirakan sebelumnya.
Perdana menteri interim Hazem al-Beblawi sehari sebelumnya mengatakan keadaan darurat kemungkinan akan diperpanjang karena situasi keamanan bertambah buruk.
Di bawah keadaan darurat, pasukan keamanan mempunyai berbagai wewenang untuk melakukan penangkapan.
Dua tahun lalu, setelah Presiden Mubarak dilengserkan, keadaan darurat dicabut setelah diberlakukan selama lebih dari tiga dekade.
Ketidakstabilan baru
Keadaan darurat yang berlaku sekarang mulai diterapkan pada 14 Agustus lalu setelah aparat keamanan menyerbu dua kamp pengunjuk rasa di Kairo.
Kamp-kamp itu ditempati oleh para pendukung <link type="page"><caption> Mohamed Morsi</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/multimedia/2013/07/130704_mesir_analisis.shtml" platform="highweb"/></link>, presiden yang digulingkan.
Ratusan orang diketahui tewas dalam kerusuhan yang terjadi yang menambah ketidakstabilan baru di Mesir. Protes sporadis oleh pendukung Morsi masih berlanjut hampir setiap hari.
Mereka menentang penggulingan Morsi dari kursi presiden.
Pekan lalu, terjadi upaya pembunuhan terhadap Menteri Dalam Negeri Mohammed Ibrahim, namun dia selamat dari <link type="page"><caption> upaya pembunuhan bom mobil</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/09/130905_mesir_bom.shtml" platform="highweb"/></link> di luar rumahnya di ibukota Kairo.









