Prancis minta maaf soal pesawat Morales

Pemerintah Prancis meminta maaf kepada Bolivia karena tidak mengizinkan pesawat Presiden Evo Morales melintas di wilayahnya.
Juru bicara Kementerian Philippe Lalliot mengatakan: "Menteri luar negeri berkomunikasi dengan pemerintah Bolivia dan menyampaikan penyesalan Prancis atas insiden yang disebabkan oleh keterlambatan konfirmasi bagi pesawat Presiden Morales untuk terbang di atas wilayah [Prancis]."
Bolivia sebelumnya menuduh Prancis, Italia, dan Spanyol menghalangi pesawat mereka karena kabar keliru yang menyatakan buronan AS, <link type="page"><caption> Edward Snowden, ada di pesawat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/07/130702_snowden_bolivia.shtml" platform="highweb"/></link>.
Berbicara di Berlin, Presiden Prancis Francois Hollande mengatakan dia memberikan izin setelah mengetahui itu adalah pesawat Morales.
Presiden Morales dalam perjalanan kembali ke Bolivia dari Moskow saat pesawat dipaksa turun di Vienna, Austria.
Marah
Peristiwa itu memicu reaksi kemarahan dari pimpinan negara lain di Amerika Latin.
Presiden Argentina, Cristina Fernandez de Kirchner, mengatakan kejadian itu tidak hanya menghina negara sahabat tetapi menghina benua Amerika Selatan.
Presiden Venezuela Nicolas Maduro mengatakan di Twitter: "Saya menegaskan kembali solidaritas kami kepada Evo [Morales] dan, dari Venezuela -dengan martabat- kami akan menanggapi agresi yang berbahaya, tidak proporsional, dan tidak dapat diterima ini."
Presiden Ekuador Rafael Correa juga mengomentari lewat Twitter: "Kami mengungkapkan solidaritas kami kepada Evo [Morales] dan orang-orang Bolivia yang berani."
Sebuah pernyataan oleh Presiden Brasil, Dilma Rousseff, mengatakan: "Rasa malu yang dihadapi Presiden Morales tidak hanya memukul rakyat Bolivia, tapi semua Amerika Latin."

Sementara itu di Bolivia, para demonstran berbaris di Kedutaan Besar Prancis. Mereka membakar bendera Prancis dan menuntut pengusiran duta besar dari Bolivia.
Presiden Correa meminta agar organisasi Perserikatan Negara-negara di Amerika Selatan (Unasur) mengadakan pertemuan darurat atas masalah ini.
Sekretaris Jenderal Organisasi Negara-Negara Amerika (OAS), Jose Miguel Insulza, menyatakan "ketidaksenangan yang mendalam" atas "kurangnya rasa hormat" yang ditunjukkan oleh negara-negara yang menolak pesawat Morales.









