Perahu yang membawa ratusan warga Rohingya terbalik

Sebuah perahu yang membawa sekitar 200 warga suku Rohingya terbalik di lepas pantai Burma barat.
Mereka sedang dalam perjalanan untuk mengungsi dari tempat tinggal sementara guna menghindari topan Mahasen, yang diperkirakan akan menghantam kawasan tersebut dalam hari-hari mendatang.
Perahu tenggelam di laut lepas setelah meninggalkan kota Pauktaw, di negara bagian Rakhine, Senin (13/05) malam dan dikhawatirkan sebagian besar penumpangnya tewas.
Hingga berita ini diturunkan, baru satu orang yang berhasil ditemukan dalam keadaan selamat, seperti dilaporkan wartawan BBC, Jonathan Head, dari Bangkok.
Sekitar 130.000 umat Islam Rohingya tinggal di tempat-tempat penampungan sementara di Rakhine setelah <link type="page"><caption> kekerasan antar kelompok Islam dan Budha yang</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/06/120604_burma.shtml" platform="highweb"/></link> <link type="page"><caption> berawal pertengahan tahun lalu.</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/06/120604_burma.shtml" platform="highweb"/></link>
"Tampaknya perahu meninggalkan tempat penampungan setelah mendapat izin pihak berwenang sebelum menghantam batu," tutur Kepala Badan PBB untuk bantuan Kemanusiaan di <link type="page"><caption> Burma</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/burma/" platform="highweb"/></link>, Barbara Manzi, kepada BBC.
Manzi menambahkan upaya pencarian korban masih terus berlangsung.
Upaya memindahkan para warga Rohingya diserukan oleh PBB karena banyak tempat penampungan yang berada di kawasan pantai yang rendah sehingga rawan banjir dan tersapu ombak jika topan tiba.
Perkiraan awal menyebutkan topan akan mendekati perbatasan Burma dan Bangladesh pada Kamis (16/05) dan tentara sudah dikerahkan untuk membantu pemindahan para pengungsi.









