Anak dan bayi korban perkosaan di Kongo

Utusan PBB untuk kekerasan seksual di kawasan konflik mengatakan banyak korban perkosaan di Kongo adalah anak-anak termasuk bayi.
Zainab Bangura mengatakan kepada BBC ia bertekad untuk menangani perkosaan oleh tentara dan milisi.
Bangura mengatakan para pejuang yang melakukan perkosaan harus diselidiki, didakwa dan dipenjara.
Ia mengatakan Presiden Joseph Kabila berjanji bahwa bila ada milisi dan tentara yang dinyatakan bersalah melakukan kekerasan seksual dilarang kembali ke angkatan bersenjata.
Bangura mengatakan ia mendengar bukti terjadinya perkosaan meluas dalam kunjungan baru-baru ini ke Kongo.
"Saya berkunjung ke desa Mabasa di kawasan Ituri, Provinsi Oriantale...Tahun lalu, 11 bayi berusia enam sampai 12 bulan diperkosa, 59 anak berusia satu sampai tiga tahun diperkosa," kata Bangura.
"Dan 182 perkosaan terjadi pada anak berusia lima sampai lima belas tahun. Bagi saya, ini memberikan tekad untuk melacak orang-orang ini, dan kami harus menjamin bahwa mereka tidak dapat bersembunyi."
"Kami akan menyelidiki mereka, mendakwa mereka dan mengirim mereka ke penjara," tegas Bangura.
Bulan lalu, pasukan perdamaian PBB di Kongo mengeluarkan ultimatum kepada dua unit tentara terkait tuduhan perkosaan masal.
PBB mengatakan bila tidak ada tindak terhadap tentara yang dituduh, organisasi dunia akan menghentikan operasi.









