Malala tandatangani kontrak untuk bukunya

Malala Yousafzai, yang ditembak kelompok militan Taliban karena memperjuangkan pendidikan perempuan, menandatangani kontrak penerbitan buku.
Kontark dengan penerbit Weidenfeld and Nicolson itu dilaporkan senilai US$3 juta dan rencananya buku berjudul I am Malala akan beredar di Inggris dan negara-negara Persemakmuran pada musim gugur tahun ini.
Untuk pasar Amerika Serikat dan negara-negara lain, buku Malala akan diterbitkan oleh Litte Brown.
''Malala sudah menjadi inspirasi bagi jutaan orang di seluruh dunia. Membaca cerita tentang keberanian dan selamatnya dia akan membuka pikiran, membesarkan hati dan pada akhirnya semua anak laki-laki dan perempuan akan mendapat pendidikan yang mereka inginkan," tutur Michael Pietsch, Wakil Presiden Little Brown.
<link type="page"><caption> Malala ditembak oleh militan Taliban</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2012/10/121009_pegiat_remaja_pakistan.shtml" platform="highweb"/></link> Oktober lalu, dalam perjalanan ke sekolah di Mingora, kawasan Lembah Swat di dekat perbatasan dengan Afghanistan.
Dia kemudian menjalani pengobatan di Birmingham Inggris dan tinggal di kota itu setelah ayahnya <link type="page"><caption> mendapat tugas di bagian pendidikan Konsulat</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/01/130103_pendidikan_malala_ayah_atase.shtml" platform="highweb"/></link> <link type="page"><caption> Jenderal Pakistan di Birmingham</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/majalah/2013/01/130103_pendidikan_malala_ayah_atase.shtml" platform="highweb"/></link>.
Bagian dari kampanye
Malala menjadi sasaran Taliban karena memperjuangkan hak pendidikan untuk perempuan. Dia menulis catatan harian ketika Taliban menguasai kawasan Swat tiga tahun lalu dan Taliban melarang <link type="page"><caption> pendidikan</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/topik/pendidikan/" platform="highweb"/></link> untuk perempuan.
Dalam pernyataan yang dikeluarkan Rabu (27/03), Malala mengharapkan ceritanya akan menjadi bagian dari kampanye untuk memberi pendidikan kepada semua anak laki-laki dan perempuan.
''Saya ingin buku saya mencapai orang di seluruh dunia sehingga mereka menyadari betapa sulitnya bagi sejumlah anak untuk mendapatkan akses bagi pendidikan."
"Saya mau menyampaikan cerita saya, namun itu juga merupakan cerita dari 61 juta anak yang tidak mendapat pendidikan," tambahnya.
Murid perempuan asal Pakistan ini sebelumnya disebut-sebut <link type="page"><caption> masuk dalam 259 calon pemenang Nobel</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/dunia/2013/03/130304_pendidikan_malala.shtml" platform="highweb"/></link>, bersama mantan presiden Bill Clinton dan pembangkang asal Rusia, Lyudmila Alexeyeva.









