Pemilu Israel digelar, Netanyahu optimistis

Pemilu Israel
Keterangan gambar, Warga Israel mulai mendatangi tempat pemungutan suara sejak Selasa (22/1) pagi.

Warga Israel mulai Israelis mulai mengikuti pemilu, dengan jajak pendapat menunjukkan Perdana Menteri Benjamin Netanyahu akan kembali terpilih tetapi dengan perolehan suara menurun.

Dalam kampanye di Yerusalem, Netanyahu mengatakan pilihan antara partai-partai akan memicu perpecahan dan melemahkan Israel atau persatuan dan Israel yang kuat.

Para analis mengatakan Netanyahu tampaknya akan membentuk koalisi sayap kanan yang baru.

Tak seperti pemilu sebelumnya, masalah proses perdamaian Israel-Palestina tidak menjadi agenda utama dalam kampanye sebagian besar partai.

Masalah sosial dan ekonomi menjadi perhatian utama para pemilih, dalam pemilu kali ini.

Menurut jajak pendapat akhir, Netanyahu yang bergabung dengan partai Likud-Yisrael Beitenu akan memenangi 32 kursi, turun dari pemilu sebelumnya, tetapi masih dapat menjadi mayoritas bersama dengan partai sayap kanan.

Blok sayap kanan diperkirakan akan memberikan dukungan kepada Netanyahu sekitar 63 kursi dari 120 anggota parlemen Israel Knesset.

Netanyahu optimis

Benjamin Netanyahu
Keterangan gambar, PM Israel Benjamin Netanyahu optimis akan terpilih kembali.

Netanyahu meminta pemilu pada akhir Oktober setelah koalisinya gagal untuk menyetujui anggaran rutin.

Meski memimpin dalam jajak pendapat, tetapi dia kehilangan dukungan dari partai ultra-nationalis baru, Bayit Yehudi.

Dalam kampanye akhirnya, Netanyahu optimistis akan kembali meraih dukungan.

"Saya tidak ragu bahwa banyak orang akan memutuskan di saat terakhir untuk kembali ke Likud-Yisrael Beitenu," kata Netanyahu.

"Saya memiliki firasat yang bagus. Pada saat menit terakhir, saya menghimbau kepada setiap warga negara untuk mendatangi tempat pemungutan suara untuk memutuskan siapa yang akan anda pilih - untuk sebuah perpecahan dan pelemahan Israel atau untuk persatuan dan Israel yang kuat dan sebuah partai pemerintahan yang besar."

Sekitar 1.000 Tempat Pemungutan Suara TPS telah dibuka sejak Selasa (22/1) pagi waktu setempat dan akan ditutup pada pukul 22.00 waktu Israel.

Untuk pertama kalinya, masyarakat dapat mengikuti proses penghitungan suara secara langsung di situs pemerintah, seperti diberitakan oleh koran Haaretz.

Hasil pemilu awal diperkirakan akan muncul pada malam hari.