Inggris, Prancis panggil Dubes Israel

Inggris dan Prancis memanggil Duta Besar Israel sebagai protes atas keputusan Israel untuk menyetujui pembangunan 3.000 rumah baru di Tepi Barat dan Jerusalem Timur.
Direktur Timur Tengah Kementerian Luar Negeri Inggris Alistair Burt memanggil Duta Besar Daniel Taub pada Senin (03/12) untuk menyampaikan kekhawatiran Inggris atas kemungkinan dampak pembangunan pemukiman, khususnya di Jerusalem Timur.
"Kita mengecam keputusan pemerintah Israel baru-baru ini untuk membangun 3.000 unit rumah baru dan mencabut pembekuan pembangunan di blok E1," kata Kementerian Luar Negeri dalam pernyataannya.
Pembangunan perumahan baru dikatakan akan mengancam solusi dua negara.
Blok E1 adalah koridor kontroversial yang terletak antara pemukiman Maaleh Adumim di Tepi Barat dan Jerusalem.
Meningkatkan tekanan
Palestina menentang keras rencana pembangunan pemukiman baru itu yang dikatakan akan mencegah pendirian negara Palestina.
Prancis juga memanggil Duta Besar Israel di Paris untuk menyampaikan protes atas pembangunan pemukiman Yahudi.
Wartawan BBC di Paris, Christian Fraser, melaporkan Duta Besar Israel dipanggil ke Kementerian Luar Negeri Senin (03/12).
Kementerian Luar Negeri, lanjutnya, menepis laporan-laporan yang menyebutkan bahwa Prancis mungkin akan memanggil pulang duta besarnya dari Jerusalem.
"Tetapi jelas pemerintah Sosialis pimpinan Francois Hollande akan mencari cara-cara lain untuk meningkatkan tekanan," jelas Christian Fraser.
Pekan lalu Israel mengumumkan akan membangun 3.000 unit rumah baru di wilayah pendudukan menyusul peningkatan status Palestina di PBB dari entitas peninjau nonanggota menjadi negara peninjau nonanggota.









