
Israel sepakat menghentikan serangan selama kunjungan Hisham Qandil ke Gaza.
Dalam kunjungan singkat ke Jalur Gaza Perdana Menteri Mesir, Hisham Qandil, menyerukan kepada Israel untuk menghentikan serangan udara ke wilayah itu.
Hisham Qandil mengadakan kunjungan singkat selama sekitar tiga jam guna menunjukkan solidaritas terhadap rakyat Palestina pada Jumat, 16 November.
Qandil mengatakan hal yang dilihatnya di lapangan merupakan bencana dan Mesir tidak akan tinggal diam.
"Mesir tidak akan ragu-ragu untuk menggalakkan upayanya dan melakukan pengorbanan guna menghentikan agresi ini dan mewujudkan gencatan senjata yang lestari," kata Hisham Qandil kepada para wartawan setelah membesuk para korban luka di Rumah Sakit Shifa, Jalur Gaza.
Ketika Qandil berkunjung ke salah satu rumah sakit terbesar di Jalur Gaza itu, jenazah seorang laki-laki dan jenazah anak usia dua tahun dibawa ke rumah sakit.
Usaha Mesir
"Oleh karena itu kita berharap usaha Mesir bisa mewujudkan gencatan nyata di Gaza."
Mahmoud Ramahi
Israel setuju untuk menghentikan operasi militer selama tiga jam untuk memungkinkan kunjungan Hisham Qandil tetapi menurut Israel, militan Palestina terus menembakkan roket ke wilayahnya.
Seorang pemimpin Hamas yang juga menjabat sebagai Sekretaris Jenderal Dewan Perwakilan Palestina di Tepi Barat mengatakan dia berharap misi Mesir ke Jalur Gaza bisa menciptakan terobosan.
"Israel terus melakukan pengepungan dan agresi di Gaza, saya pikir sekarang solusinya adalah mewujudkan gencatan nyata antara Gaza dan Israel, baik warga sipil Israel maupun warga sipil Palestina tidak tertarik dengan perang ini," kata Mahmoud Ramahi.
"Oleh karena itu kita berharap usaha Mesir bisa mewujudkan gencatan nyata di Gaza."
Pertempuran yang terjadi sejak pembunuhan pemimpin militer Hamas Ahmed Jabari pada Rabu telah menewaskan sedikitnya 19 warga Palestina dan tiga warga Israel.






