
Cina dan Jepang alami kebuntuan diplomatik dalam perebutan kepulauan di Laut Cina Timur.
Media negara Cina menyatakan dua kapal patroli dikirim ke wilayah kepulauan yang disengketakan dengan Jepang.
Kapal itu dilaporkan telah mendekati perairan di kawasan kepulauan yang oleh kantor berita Xinhua sebagai ''penegasan atas kedaulatan negara.''
Ketegangan diplomatik memang tengah meningkat diantara kedua negara dalam beberapa bulan terakhir menyusul sengketa kepulauan yang terletak di Laut Cina Timur.
Pengiriman kapal ini dilakukan sehari setelah Jepang mengkonfirmasikan rencana untuk membeli kepulauan yang oleh Jepang diberi nama Senkaku sedangkan Cina menyebutnya Diaoyu.
Kabinet Jepang sebelumnya memutuskan untuk mengeluarkan sejumlah dana untuk membeli pulau dari kepemilikan swasta, demikian laporan media Jepang.
Stabilitas dan perdamaian
Kontrak untuk membeli kepulauan itu datang dari keluarga Kurihara dan dijadwalkan akan ditandatangani Selasa (11/09).
Senin kemarin, juru bicara pemerintahan Jepang mengatakan mereka membeli kepulauan tersebut untuk mempromosikan manajemen stabilitas dan perdamaian mereka.
Tapi Cina menyatakan rencana pembelian tersebut tidak sah dan memperingatkan bahwa hal tersebut bisa mempengaruhi persekutuan diantara kedua negara.
Berdasarkan Pengawasan Marinir Cina - sebuah UU penegakan hukum maritim Cina - menyusun rencana aksi untuk menjaga kedaulatan dan akan mengambil tindakan seraya menunggu perkembangan situasi, demikian isi laporan singkat Xinhua.
Kepulauan tak berpenduduk tersebut terletak di kawasan selatan Okinawa dan utara Taiwan, berada di jalur kunci kapak kargo dan diyakini memiliki cadangan gas yang besar.
Selain Jepang dan Cina, kepulauan tersebut juga diklaim sejumlah negara lainnya termasuk Taiwan, dan dua Korea.






