
Demonstran meminta pemerintah membatalkan program itu
Ribuan orang menggelar protes menentang kebijakan pendidikan nasional pemerintah Hong Kong yang dinilai pro Cina.
Para demonstran menuduh pemerintah berusaha mencuci otak murid dengan pendidikan pro Cina dan menuntut program itu dihapus.
Namun pemerintah mengatakan program itu bertujuan membangun kebanggaan dan identitas nasional.
Protes sudah berlangsung selama beberapa bulan, tetapi meningkat di akhir pekan sebelum tahun ajaran baru dimulai.
Sekelompok aktivis bahkan melakukan aksi mogok makan.
Pemerintah ingin sekolah-sekolah mulai memperkenalkan program tersebut saat ini dan menjadikannya program wajib di tahun 2016.
Tetapi para demonstran yang terdiri dari orang tua, murid dan guru mengatakan tujuan utama program itu adalah menggalang dukungan bagi penguasa komunis Cina.
Mereka memberi contoh buklet pemerintah yang dituduh memuja-muja kekuasaan Partai Komunis di Cina tetapi mengabaikan isu-isu sensitif.
Sekitar 8.000 orang turut serta dalam aksi tersebut.
Hari ini pemimpin eksekutif Hong Hong VY Leung mengatakan terlalu dini untuk menarik program itu, seperti dilaporkan oleh media RTHK Hong Kong.
Ia mengatakan para penentang program tersebut harus bergabung dengan komite bentukan pemerintah yang khusus membahas hal itu dan mengutarakan keberatan mereka.
Wakil pemimpin Carrie Lam kemarin mengatakan pemerintah akan membuka dialog.
"Hal yang penting adalah memastikan bahwa keberatan publik, orang tua dan guru, mengenai apa yang disebut dengan pencucian otak tidak akan terjadi," kata Lam seperti dikutip kantor berita Reuters.
"Tetapi hal itu hanya bisa diraih dengan komunikasi antara pemegang kepentingan dan memberikan kepercayaan terhadap sekolah negeri dan swasta."






