
Tujuh belas warga sipil dipenggal di Afghanistan, seperti dilaporkan oleh pejabat setempat, dan 10 tentara Afghanistan dibunuh dalam insiden terpisah.
Warga sipil tersebut meninggal dunia di distrik Musa Qala, di provinsi Helmand, Minggu malam.
Para pejabat Afghanistan mengatakan warga sipil diserang kelompok Taliban ketika menghadiri pesta yang memperndengarkan musik dan menggelar tari oleh wanita.
Namun beberapa pihak menyatakan pertemuan ini bukan pesta.
Taliban melarang acara-acara sosial di mana pria dan wanita bisa bebas berbaur.
Sementara sepuluh tentara juga dibunuh di provinsi yang sama ketika kelpmpok militan menyerang pos pemeriksaan keamanan.
Sementara itu, seorang tentara Afghanistan dilaporkan membunuh dua tentara asing hari ini di provinsi Laghman.
Orang dalam
"Tadi malam 17 warga desa, yang terdiri dari dua perempuan dan 15 lelaki, dipenggal oleh kelompok tidak dikenal di distrik Kajaki," kata Daud Ahmadi, seorang juru bicara provinsi Helmand pada kantor berita AFP.
"Kami tidak tahu siapa yang berada di belakang pembantaian tersebut. Kami masih melakukan penyelidikan," tambahnya.
Penyerangan terhadap 10 tentara itu terjadi di distrik Washir. Empat orang tentara Afghanistan terluka dan sedikitnya lima orang hilang.
Belum diketahui apakah mereka diculik atau pergi dengan para pelaku penyerangan atas kemauan sendiri.
"Ada serangan terhadap salah satu pos kami di distrik Washir. Sepuluh orang tentara meninggal dunia dalam serangan itu," kata Kol. Mohammad Hotak, wakil kepala badan koordinasi regional untuk angkatan bersenjata Afghanistan, seperti dikutip AFP.
Tetapi Daud Ahmadi mengatakan pada AFP bahwa serangan itu adalah "perbuatan orang dalam." Lima orang membawa senjata mereka dan pergi dengan Taliban," kata dia.
Kedua pejabat itu mengatakan insiden itu masih dalam penyelidikan.






