Cina selidiki 'skandal' adopsi bayi

Sumber gambar, Reuters
Pemerintah Cina menyelidiki berbagai laporan yang menyebutkan bahwa 20 bayi diambilalih atas dasar kebijakan satu anak per keluarga, dan anak-anak tersebut ditawarkan untuk diadopsi orang tua di luar negeri.
Media di Cina mengatakan petugas keluarga berencana di Provinsi Hunan menyita anak-anak dari keluarga miskin yang tidak mampu membayar denda karena memiliki lebih dari satu anak.
Anak-anak itu, menurut tuduhan, didaftarkan sebagai anak yatim piatu dan diadopsi oleh keluarga asing dengan biaya senilai hampir Rp26 juta per anak.
Kantor berita resmi pemerintah Cina, Xinhua mengatakan beberapa dari anak-anak tersebut sekarang berada di Amerika Serikat, Polandia dan Belanda.
Laporan itu pertamakali muncul di majalah Caixin dan menimbulkan kegemparan sehingga akhirnya pemerintah provinsi Hunan memutuskan penyelidikan resmi.
Jurubicara pemerintah mengukuhkan kepada kantor berita AFP bahwa penyelidikan itu dimulai hari Senin lalu.
Berbagai laporan mengatakan kebijakan satu anak satu keluarga tidak selalu diterapkan dengan ketat dan orang-orang yang melanggar biasanya harus membayar denda.
Namun, majalah Caixin melaporkan bahwa ketika beberapa keluarga miskin di wilayah Hunan tidak sanggup membayar denda, pihak berwenang akan menghancurkan rumah mereka.
Kemudian menurut majalah ini, sekitar 10 tahun lalu, para petugas keluarga berencana mulai menyita anak-anak mereka.
Putri yang hilang
Para petugas dari biro keluarga berencana dikatakan memasukkan sekitar 20 anak dalam daftar anak yatim piatu, banyak diantara mereka dari kota Longhui yang miskin. Mereka kemudian dilaporkan dibawa ke pusat-pusat dinas sosial untuk ditawarkan sebagai anak yang bisa diadopsi oleh keluarga-keluarga dari luar negeri.
Pejabat kota Longhui dituduh menerima sekitar 1.000yuan atau sekitar Rp1,3 juta per anak dan dinas sosial menerima sekitar Rp25.6 juta per anak yang berhasil diadopsi.
Sepasang orangtua mengatakan anak mereka satu-satunya disita karena kekeliruan ketika mereka sedang bekerja di kota lain. Seorang pekerja migran Yang Libing mengatakan kepada Caixin, sejak saat itu mereka melacak putri mereka sendiri yang sekarang sudah berumur tujuh tahun dan menetap di Amerika Serikat.
Puluhan ribu anak-anak Cina diadopsi oleh pasangan asing sejak kebijakan satu anak diberlakukan tahun 1980an.
Kebijakan ini bertujuan untuk mengendalikan jumlah penduduk Cina yang melesat tajam.
Data sensus terakhir yang dirilis bulan lalu memperlihatkan jumlah penduduk Cina tumbuh menjadi 1,34 miliar orang tahun 2010, dengan jumlah pertambahan yang tajam untuk golongan umur 60 tahun ke atas.
Sensus ini memperlihatkan populasi Cina tumbuh lebih lambat dari pertumbuhan di masa lalu.









