Libia: Prancis lancarkan lagi gempuran

Bom sekutu di Libia

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Salah satu bom dari pesawat-pesawat tempur internasional yang mengenai sasaran di Libia

Jet-jet Prancis melancarkan operasi hari kedua di atas Libia untuk memberlakukan larangan terbang terhadap pasukan Kol Muammar Gaddafi.

Ke-15 pesawat tempur itu mempatroli wilayah udara Libia tetapi tidak melepaskan tembakan karena tidak ada perlawanan, kata seorang jurubicara.

Gambar-gambar TV dari ibu kota, Tripoli, menunjukkan tembakan antipesawat. Sebagian berasal dari kediaman Kol Gaddafi, lapor kantor berita AFP.

Prancis juga mengatakan Qatar akan mengirimkan empat pesawat untuk memperkuat operasi larang terbang.

Langkah ini akan membuat Qatar sebagai negara Arab pertama yang ikut dalam gempuran militer terhadap Gaddafi yang sedang berjuang menghadapi pemberontakan selama satu bulan.

Spanyol, Italia, Denmark dan Norwegia juga menyediakan perangkat militer.

Pasukan sekutu menembakkan lebih 120 peluru kendali ke sasaran-sasaran di Libia, terutama pertahanan udara, Sabtu malam.

Kritik Liga Arab

Sekretaris Jenderal Liga Arab yang mendukung penerapan larangan terbang, mengkritik gencarnya pemboman sekutu.

Komentarnya itu cukup berarti karena dukungan Liga Arab untuk rencana ini merupakan faktor penting dalam mendapatkan resolusi Dewan Keamanan PBB yang memberikan mandat kepada pasukan internasional.

"Yang terjadi di Libia berbeda dengan tujuan menerapkan larangan terbang, dan yang kami inginkan adalah perlindungan bagi warga sipil bukan membom lagi warga sipil," kata Sekjen Liga Arab, Amr Moussa.