Jepang kerahkan tim penyelamat

Sumber gambar, AP
Pemerintah Jepang mulai menggerakan misi penyelamatan dalam jumlah sangat besar sehari setelah tsunami yang menimbulkan ratusan korban menghantam kawasan timur laut negara tersebut.
Dalam misi penyelamatan ini pemerintah Jepang mengerahkan ribuan tentara, 300 pesawat dan sekitar 40 kapal untuk membantu proses penyelamatan para korban.
Perdana Menteri Jepang, Naoto Kan juga berencana untuk mengunjungi kawasan yang terkena bencana dengan menggunakan helikopter setelah menggelar rapat kabinet pada hari ini (12/3).
Sejumlah negara telah memberikan komitmenya untuk membantu proses penyelamatan korban tsunami di Jepang.
Pemerintah Amerika Serikat melalui Presiden Barrack Obama mengatakan mereka telah menempatkan sebuah kapal induknya di perairan Jepang, sementara satu kapal lainya sedang berada dalam perjalanan.
Korban bertambah
Sejauh ini jumlah korban tewas yang terdata oleh pemerintah Jepang mencapai angka 300 orang dan 500 lainnya dilaporkan hilang.
Jumlah korban tewas kemungkinan dapat terus bertambah dan beberapa media di negara tersebut memperkirakan korban tewas bisa mencapai angka 1000 orang.
Perusahaan Kereta Api Jepang melaporkan akibat gelombang tsunami setinggi 10 meter yang dipicu oleh gempa berkekuatan 8,9 pada skala ricther ini empat kereta yang tengah beroperasi saat kejadian di kawasan timur laut negara itu kini tidak diketahui nasibnya.
Sementara itu sebuah kapal yang mengangakut 100 orang saat terjadinya tsunami juga dilaporkan hilang.
Akibat gempa ini pula pemerintah Jepang mengeluarkan keadaan darurat nuklir setelah sejumlah reaktor yang beroperasi di stasiun PLTN Fukushima mati.
Laporan terakhir pemerintah telah mengevakuasi sekitar 2.800 warga yang tinggal dalam radius 2 kilometer dari lokasi PLTN tersebut.









