Eks polisi Serbia terbukti genosida

Sumber gambar, 1
Mantan seorang kepala polisi Serbia Vlastimir Djordjevic divonis hukuman penjara 27 tahun karena perannya dalam pembunuhan lebih dari 700 orang warga etnis Albania di Kosovo tahun 1999.
Pengadilan PBB di Den Haag, Belanda memutuskan Djordjevic terbukti secara meyakinkan melakukan kejahatan kemanusiaan termasuk pembunuhan dan deportasi paksa.
Majelis hakim menyebut Djordjevic sangat berperan dalam kampanye teror yang dilakukan Serbia terhadap warga Kosovo.
Sebelumnya, Djordjevic bersikukuh dirinya tidak bersalah karena tidak memiliki kendali atas pasukan Serbia.
"Saya tak memiliki alasan untuk mengetahui apakah bawahan saya melakukan kejahatan terhadap warga Albania," katanya.
Namun hakim pengadilan internasional untuk kejahatan di bekas Yugoslavia Kevin Parker menolak pembelaan Djordjevic itu.
Hakim Parker mengatakan keikutsertaan Djordjevic dalam kejahatan itu sangat berpengaruh dalam mensukseskan kampanye teror Serbia.
"Majelis hakim sangat yakin terdakwa memiliki kontribusi signifikan dalam kampanye teror dan kekerasan yang dilakukan pasukan Serbia terhadap warga etnis Albania di Kosovo. Kampanye teror ini bertujuan untuk mengubah komposisi penduduk di Kosovo," kata hakim Parker.
Makam tersembunyi
Djordjevic (62), menurut pengadilan, telah bersekongkol dan membantu pembunuhan setidaknya 724 orang warga Kosovo keturunan Albania antara Januari hingga Juni 1999.
"Korban pembunuhan sebagian besara adalah perempuan dan anak-anak yang tidak bersenjata dan tidak terlibat dalam bentuk apapun dalam konflik bersenjata di Kosovo," kata majelis hakim.
Pengadilan menekankan jumlah korban tewas adalah sekadar contoh dan tidak dimaksudkan untuk membesar-besarkan kasus ini.
Selain itu, Djordjevic juga terbukti bertanggung jawab terhadap deportasi paksa atas 200.000 warga etnis Albania. Namun pengadilan mengakui jumlah warga yang dideportasi ini hanya merupakan perkiraan.
Djordjevic juga memegang peran kunci dalam menutupi pembunuhan itu dengan mengirim semua jenazah ke Serbia untuk dikubur di sebuah kuburan masal.
Sang mantan kepala polisi yang dikenal sebagai pembantu dekat mantan Presiden Yugoslavia Slobodan Milosevic ini adalah orang keenam yang divonis pengadilan PBB atas aksi kekerasan di Kosovo.









