Vonis kasus teroris Australia

Lima orang divonis 17 sampai 21 tahun penjara dalam kasus terorisme di Sydney, Australia.
Kelima pria itu dinyatakan bersalah memiliki panduan membuat bom dan bahan-bahan peledak.
Jaksa mengatakan, mereka merencanakan serangan sebagai protes terhadap keterlibatan Australia di Irak dan Afghanistan.
Nama-nama mereka tidak bisa disebutkan karena alasan hukum.
Pengadilan mereka tergolong paling panjang dalam sejarah Australia.
Hakim Anthony Whealy dari Mahkamah Agung New South Wales menyatakan, pria itu bertindak dengan motif "keyakinan agama yang kaku".
Menurut hakim, mereka telah merongrong pemerintah, hukum dan para pemimpin Australia.
Wartawan BBC Nick Bryant di Sydney mengatakan penangkapan tahun 2005 dilakukan karena terdapat informasi dari pemilik toko peralatan dan senjata.
Kecurigaan mereka bertambah ketika pria itu mulai memesan bahan kimia dan senjata dalam jumlah besar.
Jaksa menyatakan salah seorang terdakwa mengikuti pelatihan di kamp kelompok Lashkar-e-Taiba.
Dia juga membangun kamp ala militer di kawasan pedesaan New South Wales untuk melatih tiga pria lainnya.









