Konferensi Yaman di London penting

Yaman dikatakan menjadi basis al-Qaida
Keterangan gambar, Yaman dikatakan menjadi basis al-Qaida yang semakin kuat

Pemerintah Yaman menjanjikan reformasi politik dan ekonomi untuk untuk menumpas al-Qaida, seperti disebutkan dalam naskah pernyataan menjelang pertemuan internasional.

Perdana menteri Inggris, Gordon Brown, menyelenggarakan pertemuan London itu untuk menggalang dukungan bagi negara Teluk itu setelah terjadi percobaan untuk meledakkan pesawat penumpang AS pada 25 Desember.

Para anggota al-Qaida di Yaman mengaku bertanggung jawab di tengah kekhawatiran bahwa negara itu akan menjadi basis teroris.

Pernyataan itu menyebutkan stabilitas Yaman sedang terancam, kata laporan kantor berita Reuters.

Kantor berita itu melaporkan rancangan naskah yang berbunyi, "Tantangan di Yaman semakin berat dan, kalau tidak ditangani, bisa mengancam stabilitas negara dan kawasan.

"Pemerintah Yaman mengakui perlunya mengatasi masalah-masalah ini, yang harus dilakukan secara terus-menerus dan serius."

Umar Farouk Abdulmutallab, tersangka dalam percobaan peledakan pesawat, dikatakan mengaku kepada para penyelidik bahwa dia mendapat pasokan bahan peledak di Yaman.

Konferensi London bertujuan untuk mencari cara menangani berbagai masalah jangka panjang yang menyuburkan ekstremisme di Yaman.

Kemiskinan

Menteri luar negeri AS, Hillary Clinton, dan sejumlah pejabat tinggi lain akan membahas bagaimana cara menstabilkan negara yang dicengkeram kemiskinan tersebut.

Perdana menteri Yaman, Ali Mujawar, juga akan hadir dalam konferensi ini yang akan diketuai oleh menteri luar negeri Inggris, David Miliband, yang akan diikuti pula oleh para wakil Uni Eropa, PBB, Bank Dunia, dan Dana Moneter Internasional (IMF).

Yaman mengisyaratkan pihaknya akan melakukan perundingan dengan IMF sebagai bagian dari program reformasinya.

Wartawan BBC untuk masalah keamanan, Frank Gardner, mengatakan persoalan yang dihadapi Yaman sangat rumit dan parah.

"Negara Arab paling miskin, penduduknya tumbuh pesat, cadangan minyak menyusut, cadangan air menurun dan harus berperang melawan pemberontakan yang sudah melibatkan pasukan Arab Saudi di perbatasan utara negara itu," kata Gardner.

"Sudah begitu rumit, masih ditambah lagi munculnya jaringan al-Qaida yang menjadikan Yaman sebagai markas barunya di Timur Tengah, dan kini mengancam untuk menggunakan negara itu sebagai basis untuk menyerang negara Barat dan sekutunya."

Tidak boleh pangkalan AS

Menteri muda luar negeri Inggris, Ivan Lewis, mengatakan pertemuan ini cukup penting karena Yaman "bukan negara kacau, tapi hanya rentan".

Ia menambahkan, "Kami ingin melihat tetangga Yaman memberikan sumbangan lebih besar dan kami ingin masyarakat internasional bersatu dan mengakui bahwa dukungan untuk pemerintah Yaman penting sekali bagi stabilitas negara itu dan juga penting bagi stabilitas dunia."

Menteri luar negeri Yaman, Abu Bakr al-Qirbi, mengatakan negaranya menginginkan "dukungan internasional untuk membangun infrastruktur, memerangi kemiskinan dan menciptakan lapangan kerja, juga dukungan dalam mengatasi terorisme".

Namun dia juga mengatakan kepada BBC bahwa ide untuk menempatkan satu pangkalan militer AS di Yaman "tidak dimungkinkan".