Gerhana bulan: Apa itu gerhana dan berapa banyak jenisnya?

blood-moon-California

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Foto Bulan Merah (gerhana bulan total) ini diambil di California pada 2019.

Gerhana dapat menjadi peristiwa astronomi yang spektakuler. Peristiwa yang bisa menjadi alasan apik bagi layanan pariwisata demi melayani orang-orang yang ingin menyaksikannya.

Gerhana akan berlangsung pada 8 November 2022, dan ini adalah gerhana bulan total, yang bisa dilihat dari Amerika Utara dan Tengah, Asia dan Osenia.

Gerhana bulan total setelah ini hanya akan terjadi pada Maret 2025, menurut laporan Nasa.

Kejadian ini tergantung dari zona waktu tempat Anda berada.

Anda akan melihat bulan berubah menjadi kemerahan selama gerhana berlangsung. Dan biasanya ini disebut sebagai "blood moon" (bulan merah).

"Bulan merah" bukanlah istilah ilmiah. Ketika terjadi gerhana bulan total terjadi, penampakannya akan kemerahan.

Gerhana bulan terjadi ketika Bumi tepat berada pada garis lurus di tengah Matahari dan Bulan. Seluruh cahaya Matahari yang langsung ke Bulan akan terhalangi Bumi.

Akan tetapi, sinar Matahari masih mencapai permukaan Bulan secara tidak langsung, melalui atmosfer Bumi.

Hal ini akan membuat penampakan Bulan seperti bermandikan cahaya kemerahan, kuning, atau jingga.

Tapi ini hanya salah satu jenis-jenis gerhana.

"Secara umum, ada dua jenis gerhana: yaitu jenis-jenis gerhana Bulan dan Matahari," tulis Juan Carlos Beamín, astrofisikawan dari Pusat Komunikasi Sains Universitas Otonom, Chile, dalam buku terbarunya "Illustrated Astronomy".

Tapi kemudian ia menambahkan: "Secara teknis ada jenis ketiga yang melibatkan dua bintang."

Berikut adalah deskripsi dari tiga jenis gerhana, dan perbedaan variannya:

Gerhana Bulan

Total lunar eclipse

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Foto ini menunjukkan perbedaan fase dari gerhana bulan pada 2010.

Gerhana bulan terjadi ketika Bumi berada di antara Matahari dan Bulan. Bumi menghalangi sinar Matahari.

Dengan kata lain, selama peristiwa gerhana bulan, apa yang kita saksikan adalah bayangan dari Bumi di permukaan Bulan.

Sebagaimana panduan pembelajaran, IAC menjelaskan:

"Visibilitas gerhana Matahari sangat tergantung pada geografis orang yang mengamatinya.

"Namun, untuk gerhana bulan, yang terjadi kebalikannya: fenomena ini bisa diamati dari lokasi mana pun di planet kita, di mana Bulan posisinya berada di atas cakrawala, pada waktu gerhana."

Panduan ini juga mengatakan "tidak seperti gerhana Matahari, di mana jadwal fase gerhana tergantung dari lokasi geografis dari pengamatnya. Pada gerhana bulan, ini akan sama terlepas pada lokasi pengamatan.

Ada tiga jenis gerhana bulan:

Gerhana bulan total

Photo of Total lunar eclipse
Keterangan gambar, Gerhana bulan total

Selama gerhana bulan total, Nasa menjelaskan, Bulan dan Matahari tepat berada tepat pada garis lurus Bumi.

"Meskipun Bulan berada di bawah bayangan Bumi - tambah Nasa - sebagian sinar mentari masih bisa mencapai Bulan."

Sinar matahari melewati atmosfer Bumi, yang menyaring sebagian besar cahaya biru - oleh karenanya, selama fenomena ini, Bulan terlihat merah, dan kadang disebut sebagai "bulan merah".

Total lunar eclipse

Sumber gambar, NASA

Keterangan gambar, Selama gerhana bulan total, sinar matahari tersaring oleh atmosfir Bumi. Hal ini yang mnyebabkan Bulan nampak berwarna merah atau jingga.

Menurut IAC, "karena diameter planet kita lebih besar lima kali dibandingkan diameter bulan, bayangan yang jatuh menjadi lebih luas, sehingga gerhana bulan bisa berlangsung lebih dari 104 menit."

Dan persisnya kita bisa melihatnya pada 8 November, tergantung dari zona waktu Anda.

Datapic about the total lunar eclipse

Gerhana bulan sebagian

Sesuai dengan namanya, gerhana bulan sebagian terjadi ketika hanya sebagian wilayah Bulan yang masuk ke dalam bayangan Bumi.

Warna bulan saat gerhana tergantung dari jaraknya dengan bumi, semakin dekat semakin berwarna merah ati - tapi kadang juga nampak seperti warna karat tembaga, atau abu-abu arang - mungkin muncul di area gelap permukaan bulan.

Ini karena kontras antara area yang dijatuhi bayangan, dan area terang yang tidak dijatuhi oleh bayangan atau terkena sinar matahari langsung.

Menurut Nasa, gerhana bulan total adalah fenomena langka, sementara gerhana bulan sebagian terjadi setidaknya dua kali dalam setahun.

Lunar eclipse

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Pada gerhana bulan, Bumi berada di antara Bulan dan Matahari, sehingga Bulan memasuki area bayangan Bumi.

Gerhana bulan penumbra

Gerhana ini terjadi ketika Bulan melewati bayangan penumbra Bumi, yaitu bayangan yang jatuh lebih redup.

Oleh karena itu, gerhana jenis ini tak begitu kentara, sehingga persepsi yang ditangkap mata manusia tergantung pada pada bagian bulan yang masuk ke wilayah peumbra: semakin kecil, semakin sulit diamati.

Karena alasan ini, gerhana bulan penumbra kerap kali tidak disebutkan dalam kalender umum, selain ilmuan.

Gerhana Matahari

Photo of solar eclipse
Keterangan gambar, Gerhana Matahari

Terkadang, ketika Bulan mengitari Bumi, ia akan berada posisinya di antara Matahari dan planet kita. Bulan menghalangi cahaya dari Matahari, yang menyebabkan gerhana Matahari jika ditangkap dari Bumi.

Dengan kata lain, Bulan menjatuhkan bayangannya ke permukaan Bumi.

Tetapi ada juga tiga jenis gerhana matahari, dan ini berbeda satu sama lain, tergantung seberapa banyak bagian Bulan menutupi Matahari.

Gerhana Bulan Total

Gerhana bulan total terjadi ketika Matahari, Bumi dan Bulan berada pada posisi sejajar. Sinar matahari yang masuk ke Bumi sepenuhnya terhalang Bulan.

Untuk beberapa detik (atau terkadang sampai bermenit-menit), langit menjadi gelap, dan tampak seperti malam hari.

Seperti diungkapkan Nasa, "gerhana matahari total hanya mungkin terjadi di Bumi karena kejadian kebetulan yang terkait dengan luar angkas": Matahari 400 lebih lebar dari pada Bulan, tapi jaraknya juga 400 lebih jauh.

"Geometri itu artinya ketika terjadi posisi sejajar sempurna, Bulan menghalangi seluruh permukaan Matahari, menciptakan gerhana matahari total," tambah Nasa.

Total solar eclipse

Sumber gambar, NASA

Keterangan gambar, Pada gerhana matahari total, Matahari sepenuhnya terhalang oleh Bulan dan hanya tampak cahaya putih berpendar yang terlihat di sekeliling bulatan hitam.

Garis yang menelusuri bayangan Bulan di permukaan Bumi disebut sebagai "jalur totalitas", dan di area kecil itulah akan terjadi kegelapan total.

Di kedua sisi jalur ini, sejauh ribuan kilometer, gerhana bisa dilihat sebagian.

Semakin jauh Anda dari jalur totalitas ini, semakin kecil bagian Matahari yang tertutupi Bulan.

Durasi gerhana matahari ini akan sangat bergantung "posisi Bumi terhadap Matahari, Bulan terhadap Bumi, dan bagian mana Bumi kejatuhan bayangan Bulan dan menjadi gelap," tulis Beamin.

"Secara teoritis, durasi terlama gerhana matahari bisa mencapai 7 menit dan 32 detik," tambah astrofisikawan dari Chili ini.

Mengenai frekuensinya kejadiannya, ini tidak sejarang yang Anda bayangkan: gerhana matahari bisa terjadi setiap 18 bulan.

Yang benar-benar langka adalah gerhana matahari total yang terjadi di tempat yang sama. Peristiwa ini bisa terjadi setiap 375 tahun sekali.

Gerhana matahari total akan terjadi pada April tahun depan.

Gerhana cincin

Anular eclipse

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Dalam gerhana cincin (yang artinya melingkar dalam bahasa Latin), Bulan tidak sepenuhnya menutupi Matahari, tapi menyisakan bagian terluarnya seperti yang ada di gambar ini.

Ketika Bulan lebih jauh dari Bumi, dan tampak lebih "lebih kecil", ini tidak sepenuhnya menutupi permukaan Matahari.

Dengan demikian, nampak bentuk lingkaran luar dari Matahari di sekeliling Bulan, dan peristiwa ini disebut sebagai gerhana matahari cincin.

Sama halnya seperti saat gerhana matahari total, selama fenomena ini terdapat "jalur anularitas" di mana gerhana dilihat sebagai cincin.

Di setiap sisi jalur ini, pada gilirannya, terdapat wilayah yang terdampak.

Pada Oktober tahun depan, gerhana cincin akan bisa dilihat di Amerika Utara dan Selatan.

Menurut Nasa, gerhana jenis ini biasanya berlangsung paling lama, saat cincin itu muncul bisa berlangsung lebih dari sepuluh menit, tapi rata-rata berlangsung tidak lebih dari lima atau enam menit.

Gerhana Hibrida

Hybrid eclipse

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Pada November 2013, terdapat gerhana hibrida yang aneh seperti terlihat pada gambar. Foto ini diambil di Kenya.

Beamín menjelaskan bahwa gerhana hibrida adalah fenomena yang terjadi "ketika Bulan berada pada jarak di mana ia bisa menutupi Matahari sepenuhnya, tapi pada pergerakannya, ia bergerak sedikit menjauh dari Bumi, dan berhenti menutupi Matahari, lalu berubah menjadi gerhana cincin."

"Gerhana ini bisa juga dimulai dari gerhana cincin, dan kemudian sedikit lebih mendekati menjadi gerhana total," tambah Beamín.

Gerhana hibrida cukup langkah (terhitung hanya terjadi 4% dari seluruh gerhana matahari), menurut Instituto de Astrofísica de Canarias (IAC).

Data dari Nasa menyebutkan gerhana hibrida ini terakhir terjadi pada 2013, dan kita akan masih menunggu sampai 20 April 2023 untuk menyaksikannya kembali, hal ini bisa dilihat di Indonesia, Australia, dan Papua Nugini.

GERHANA BINTANG

Tidak semua gerhana hanya melibatkan Matahari dan Bulan: bintang nan jauh di sana juga bisa mengalami gerhana.

"50% dari bintang-bintang adalah bagian dari sistem dua bintang atau lebih," jelas Beamín di dalam bukunya "Illustrated Astronomy" yang bisa diakses secara gratis di internet.

"Karena ada begitu banyak bintang di galaksi kita, beberapa dari bintang biner itu [sistem bintang yang terdiri dari dua bintang yang mengitari pusat massa yang sama] mengorbit di bidang yang sangat sejajar dengan Bumi, jadi pada bagian tertentu dari orbitnya, satu bintang lewat di depan yang lain, mengaburkannya, "tambahnya.

"Bintang ganda ini disebut gerhana bintang biner [eclipsing binary stars]."