Ratusan polisi Prancis memburu pelaku penembakan Strasbourg yang menewaskan tiga orang

Sumber gambar, Reuters
Ratusan petugas polisi dikerahkan untukk memburu pelaku penembakan di Strasbourg, yang menewaskan tiga orang dan melukai 12 orang.
Kepolisian menyebut tersangka sudah dikenal aparat keamanan karena dia masuk daftar ancaman teroris.
Ia berhasil lolos setelah baku tembak dengan lima petugas polisi dan militer, namun diyakini ia menderita luka.
Motifnya belum diketahui, namun jaksa anti terorisme Prancis sudah diterjunkan.
Peristiwa itu terjadi Selasa (11/12) malam waktu setempat atau Rabu dini hari WIB, dekat pasar malam Natal di Place Kleber, alun-alun kota yang merupakan salah satu lokasi Parlemen Eropa itu.
"Dia sempat berkelahi dua kali dengan aparat keamanan kami," kata Menteri Dalam Negeri, Christophe Castaner.
Kementerian Dalam Negeri menggambarkannya sebagai "insiden keamanan publik yang serius" di kota tersebut dan meminta warga untuk tidak keluar rumah.
Petugas keamanan telah menutup area dan layanan trem untuk sementara tidak dioperasikan.
Sebagaimana dilaporkan stasiun televisi BFM TV, tersangka melarikan diri dari apartemennya pada Selasa (11/12) pagi ketika polisi menggeledahnya dalam penyelidikan kasus perampokan.
Sejumlah granat ditemukan dalam razia itu.

Sumber gambar, AFP
Wartawan setempat, Bruno Poussard, dalam unggahan di Twitter mengatakan ada "lusinan tembakan di jalan-jalan di pusat kota, dimulai dengan satu atau dua tembakan, kemudian diikuti dengan berondongan peluru".
Emmanuel Foulon, dari bagian media Parlemen Eropa, mengatakan ada "kepanikan" di pusat kota menyusul suara tembakan dan bahwa polisi dengan senjata berlarian di jalan-jalan.
Wakil wali kota Strasbourg, Alain Fontanel, di Twitter, mengatakan, "Penembakan di pusat kota Strasbourg."
Ia mengucapkan terima kasih kepada warga yang tidak keluar rumah, sementara aparat mencari tahu apa yang terjadi.









