Deklarasi diteken, pemisahan diri Catalunya dari Spanyol 'ditunda'

Sumber gambar, Reuters
Presiden Catalunya Carles Puigdemont mengatakan rakyat di wilayah itu telah memutuskan untuk memisahkan diri dari Spanyol dan meneken deklarasi kemerdekaan, namun pemisahan diri ditunda untuk memungkinkan dialog dengan pemerintah pusat terlebih dulu.
Ia mengatakan hal itu dalam pidato di parlemen setempat, Selasa (10/10) malam untuk menyampaikan hasil referendum kemerdekaan yang digelar pada 1 Oktober.

Sumber gambar, JOSEP LAGO/AFP
Sejauh ini tidak jelas apakah dokumen pernyataan kemerdekaan itu memiliki kekuatan hukum karena referendum kemerdekaan yang digelar 10 hari lalu dilarang oleh Mahkamah Konstitusi. Selain itu, pemisahan diri harus disahkan oleh parlemen Catalunya.
Di depan para anggota parlemen, Puigdemont memaparkan hasil referendum kemerdekaan yang oleh pemerintah di Madrid dikatakan tidak sah.
Carles Puigdemont memuji proses referendum dan mengkritik tindakan pemerintah Spanyol. Bagaimanapun ia mengakui kenyataan bahwa warga dari kedua kubu khawatir tentang apa yang akan terjadi.
"Kami semua adalah bagian dari masyarakat yang sama dan kita perlu melangkah maju bersama. Satu-satunya jalan maju adalah demokrasi dan perdamaian," kata Puigdemont kepada anggota parlemen.

Sumber gambar, ENRIC FONTCUBERTA/EPA
Referendum diikuti oleh sekitar 43% dari total pemilih dan dari angka tersebut lebih dari 90% mendukung kemerdekaan Catalunya.
Sebelumnya beredar spekulasi bahwa Puigdemont akan mengumumkan secara sepihak kemerdekaan Catalunya.

Sumber gambar, EPA
Soalnya Puigdemont dalam beberapa kesempatan sudah menegaskan akan mendeklarasikan kemerdekaan Catalunya meski mendapat penentangan luas, baik dari dalam Spanyol maupun dari sejumlah negara di Eropa.

Sumber gambar, Getty Images

Pidato presiden Catalunya disaksikan oleh ribuan orang melalui layar raksasa yang dipasang di berbagai tempat terbuka.
Banyak warga yang menghendaki pemisahan diri bersorak, tetapi sebagian lainnya berteriak untuk mengungkapkan sikap tidak setuju terhadap penundaan deklarasi kemerdekaan.
Sejak awal pemerintah Spanyol pimpinan Perdana Menteri Mariano Rajoy menolak referendum dan akan mengambil langkah apa saja untuk mencegah pemisahan diri Catalunya.

Sumber gambar, EPA
Diminta berdialog
Polisi bisa diminta untuk melakukan intervensi jika dipandang perlu oleh pemerintah di Madrid.

Para politikus di Spanyol mendesak agar Puigdemont dan PM Rajoy menggelar dialog untuk menyelesaikan krisis. Keduanya juga diminta menjaga suasana tetap kondusif sehingga mediasi atau dialog bisa digelar.
Seruan antara lain juga datang dari Wali Kota Barcelona, Ada Colau, yang secara khusus meminta Puigdemont dan Rajoy untuk tidak mengeluarkan pernyataan-pernyataan yang konfrontatif.
Colau juga meminta Rajoy untuk tidak menghilangkan otonomi Catalunya dan mendesak agar ribuan polisi ditarik.
Sebelumnya, pemimpin Partai Sosialis yang beroposisi, Pedro Sanchez, mendesak Puigdemont untuk menggunakan perundingan dan bukan pernyataan kemerdekaan sepihak.
"Jika (Puigdemont) mendengarkan, ikuti saran kami... jangan umumkan kemerdekaan secara sepihak. Kembali ke cara-cara yang legal dan ikuti dialog," kata Sanchez.
Ia mengatakan pernyataan kemerdekaan secara sepihak tak boleh terjadi di negara demokratis, yang menjunjung tinggi tatanan hukum.
Menurut Sanchez, pihaknya mendukung perubahan konstitusional yang akan mengakui Catalunya sebagai 'negara di dalam Spanyol', status yang sempat diberlakukan sebentar di Catalunya sepuluh tahun lalu.










