Topan Hato menerjang Cina selatan, 12 orang tewas

hong kong

Sumber gambar, AFP/Getty Images

Keterangan gambar, Topan Hato menyebabkan sejumlah perusahaan dan layanan umum di Hong Kong berhenti beroperasi.

Topan Hato menerjang bagian selatan Cina dan mengakibatkan 12 orang meninggal dunia dan ratusan lainnya cedera.

Topan yang disertai angin kuat dan hujan deras tersebut melanda kawasan dekat Kota Zhuhai di Provinsi Guangdong, pada Rabu (23/08). Badan meteorologi Hong Kong mengatakan Topan Hato membawa angin dengan kecepatan 175 kilometer per jam.

Akibatnya, banjir, kehancuran, dan pemadaman listrik terjadi di daerah selatan Cina.

Media pemerintah Cina mengatakan ada sedikitnya 27.000 orang yang dievakuasi. Lebih lanjut, sebanyak delapan orang meninggal dunia di Makau dan empat lainnya di Cina daratan.

cina

Sumber gambar, AFP/Getty Images

Keterangan gambar, Topan Hato menyebabkan ombak laut meninggi di Zhuha, Provinsi Guangdong, Cina.

Sejumlah pejabat Cina, sebagaimana dikutip kantor berita Xinhua, mengeluarkan peringatan akan bahaya longsor, banjir, dan bencana geologi lainnya.

Sementara itu, Otorita Hong Kong mengeluarkan peringatan badai pada taraf 10, yang merupakan taraf tertinggi.

Konsekuensinya semua perusahaan, sekolah, stasiun kereta, dan bandara diminta untuk berhenti beroperasi sementara. Surat kabar South China Morning Post melpaporkan hanya satu pesawat yang berhasil mendarat di Bandara Hong Kong.

hong kong

Sumber gambar, AFP/Getty Images

Keterangan gambar, Topan Hato menyebabkan banjir di Hong Kong dan Makau, pada 23 Agustus.
hong kong

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Trotoar di Hong Kong dipenuhi sampah dan puing-puing yang dibawa Topan Hato.
makau

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Sebanyak delapan orang meninggal dunia di Makau akibat Topan Hato.
makau

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Sebuah mobil dan kendaraan lainnya di Makau berpindah posisi lantaran dilanda Topan Hato pada 23 Agustus.

Hato, yang berarti burung merpati dalam bahasa Jepang, dilaporkan bergerak ke arah Barat. Namun, menurut pejabat Hong Kong, kekuatannya melemah.