Kampanye efektif untuk meraih suara

Sumber gambar, Reuters
Meski waktu untuk berkampanye hanya satu bulan, namun kampanye masih sangat efektif untuk meraih suara dalam pemilihan presiden mendatang, ungkap pengamat politik dari Indikator Politik, Kennedy Muslim.
Hal ini karena kampanye negatif mengenai ras dan agama yang menyerang kubu Jokowi dan JK terbukti efektif menurunkan dukungan terhadap mereka sedangkan kampanye negatif mengenai issue hak asasi manusia yang menyerang kubu Prabowo dan Hatta kurang memiliki dampak, jelas Kennedy Muslim.
Oleh karenanya, Kennedy berpendapat kedua calon presiden dan wakil presiden harus berkampanye sebaik mungkin untuk memenangkan massa, terutama masyarakat yang belum menentukan pillihan mereka yang jumlahnya sebesar 13% menurut survei dari Indikator Politik.
Agar kampanye berjalan dengan optimal, juru bicara Partai Demokrasi Indonesia Perjuangan yang mengusung pasangan Jokowi-JK, Eva Kusuma Sundari, mengatakan mereka menggunakan metode substantif dan populis.
"Harus ada, dalam satu hari kampanye itu yang mengeksplorasi visi-misi dan berikutnya ada yang populis, istilahnya ketemu dengan para pemilih,'' ujar Eva.
Kampanye musik
Di lain pihak, juru bicara pasangan calon presiden dan wakil presiden Prabowo Subianto dan Hatta Rajasa, Sudrajat mengatakan metode kampanye yang mereka gunakan adalah komunikasi dengan masyarakat untuk menjelaskan visi, misi dan program mereka.
Namun Sudrajat tidak memungkiri adanya penampilan musik dalam kampanye mereka, meski tidak sebanyak ketika pemilu legislatif yang lalu.
"Masalah dangdut dan segala <italic>macem</italic>, <link type="page"><caption> Rhoma Irama bergabung</caption><url href="http://www.bbc.co.uk/indonesia/berita_indonesia/2014/04/140419_konflik_ppp_koalisi.shtml" platform="highweb"/></link> dengan kita dan dia akan berkampanye di 20 titik di Indonesia," kata Sudrajat kepada wartawati BBC Indonesia, Rizki Washarti.
Masa kampanye pemilu presiden dimulai dari tanggal 4 Juni hingga 5 Juli 2014.









