Kampanye hitam pilpres pengaruhi pemilih

Kampanye hitam terkait pilpres di media sosial akan terus mengalami kenaikan.

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Kampanye hitam terkait pilpres di media sosial akan terus mengalami kenaikan.

Kampanye hitam atau negatif melalui media sosial untuk menyudutkan kubu presiden Jokowi atau kubu Prabowo, diperkirakan akan terus mengalami kenaikan hingga pemilu presiden Juli nanti.

"Intensitasnya cenderung naik," kata pengamat media sosial, Wicaksono saat dihubungi BBC Indonesia, Kamis (22/05) siang.

Menu utama kampanye hitam itu, yang banyak dijumpai di media sosial Twitter dan Facebook, dibanjiri mulai isu rasial, agama, politik, hingga persoalan masa lalu pribadi Jokowi dan Prabowo.

"Sama besarnya dan frekuensinya sama seringnya dan dibuat berulang-ulang," kata Wicaksono.

Pelaku kampanye hitam ini, menurutnya, adalah dua kubu yang bersaing dalam pilpres, baik yang dilakukan tim pendukung resmi atau bukan.

"Jadi, mereka menggunakan semua cara, baik yang kasar dan tidak kasar," katanya.

Wicaksono menganalisa, sebagian masyarakat sadar dan tahu betul bahwa kampanye negatif belum bisa dipertanggungjawabkan, sehingga mereka tidak serta merta menelannya.

Kubu Prabowo-Hatta mengklaim pihaknya paling sering menjadi sasaran kampanye hitam.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Kubu Prabowo-Hatta mengklaim pihaknya paling sering menjadi sasaran kampanye hitam.

Namun demikian, "ada juga sebagian (masyarakat) dengan naif menganggap kampanye negatif itu sebagai sebuah kebenaran."

Upaya klarifikasi

Kubu Jokowi dan Prabowo selalu menyatakan, mereka adalah pihak yang menjadi korban dari kampanye hitam itu.

Wakil Ketua tim media pemenangan kubu Jokowi-Jusuf Kalla, Aria Bima mengatakan, pihaknya selalu berusaha melakukan klarifikasi terhadap kampanye hitam yang menimpa capres dan cawapresnya.

Namun demikian, Aria Bima membantah melakukan kampanye serupa terhadap kubu lawannya.

"Kita tidak ingin Joko Widodo dan Jusuf Kalla menang karena kenegatifan dari kompetitor atau pesaing kita," kata Aria Bima saat dihubungi wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, Kamis (22/05) siang.

Menurutnya, apabila pihaknya akhirnya menanggapi kampanye hitam yang disebutnya berasal dari pihak pesaing, itu merupakan akibat dari serangan politik yang menimpa mereka.

Kubu Jokowi-Jusuf Kalla menyatakan selalu mengklarifikasi setipa ada kampanye hitam.

Sumber gambar, AP

Keterangan gambar, Kubu Jokowi-Jusuf Kalla menyatakan selalu mengklarifikasi setipa ada kampanye hitam.

"Kampanye negatif hanya kita lakukan di dalam sekedar merespon hal-hal yang kadang dilempar kandidat pasangan Pak Prabowo," kata Aria Bima.

Sampai sekitar pukul 17.00 WIB, BBC Indonesia belum dapat menghubungi kubu Prabowo Subianto melalui pimpinan Partai Gerindra.

Namun dalam berbagai kesempatan, Wakil Ketua Umum Partai Gerindra, Fadli Zon menyatakan, Prabowo mendapat banyak sekali serangan dalam kampanye hitam, yang menurutnya semuanya bersifat fitnah dan tidak berdasar fakta.

"Pada dasarnya serangan yang ditujukan tersebut merupakan bentuk kekhawatiran pihak-pihak tertentu atas terus meningkatnya elektabitas Gerindra," kata Fadli, seperti dikutip sejumlah media.