
Unjuk rasa warga Papua di Jakarta beberapa saat lalu yang menuntut referendum.
Polda Papua membubarkan kerumunan massa yang berencana menggelar doa bersama di komplek pemakaman Theys Eluay di depan Bandar Udara Sentani, Kabupaten Jayapura.
Tiga orang pimpinan penanggungjawab acara itu sempat ditangkap aparat kepolisian, namun kemudian dilepaskan, kata wartawan Pasific Post, Bertha Sinaga, kepada wartawan BBC Indonesia, Heyder Affan, melalui telepon, Sabtu (01/12) siang.
Rencana doa bersama di makam Theys Eluai ini merupakan agenda yang sudah direncanakan Komite Nasional Papua Barat, KNPB.
"Ada sekitar 50 orang yang dipimpin Victor Yeimo dibubarkan oleh polisi di depan Rumah Sakit Dian Harapan. Victor dan dua orang ditangkap, tapi sore ini (mereka) sudah dibebaskan," kata Bertha.
Menurut Bertha, mereka berencana menggelar pawai menuju makam Theys Eluay. "Tapi baru akan berjalan, sudah dibubarkan polisi," ungkapnya.
Pembubaran rencana doa bersama ini dibenarkan Ketua Aliansi Mahasiswa Pegunungan Markus Haluk.
Melalui pesan pendeknya kepada BBC Indonesia, Markus Haluk menyatakan: "Perayaan doa yang semula dipusatkan di lapangan makam Theys Eluai di Sentani tidak jadi dilaksakana lantaran aparat keamanan menguasai lapangan dengan acara bakar batu 12 ekor babi dan buka panggung hbiuran secara mendadak".
Tidak ada pengibaran bendera
Sampai pukul 15.00 WIB, BBC Indonesia belum berhasil menghubungi Polda Papua.

Sebagian warga Papua menuntut pemisahan diri dari wilayah Indonesia.
Tetapi Wakapolda Papua Brigjen Paulus Waterpauw pada Kamis (29/11) lalu kepada BBC Indonesia mengungkapkan bahwa pihaknya akan menggelar acara bakar batu di kantong-kantong wilayah yang rawan hasutan kelompok tertentu.
Sementara Markus Haluk, dalam pesan pendeknya yang diterima BBC, memprotes acara bakar batu yang digelar polisi itu. "Amat melecehkan," tulisnya.
Theys Hiyo Eluay adalah tokoh masyarakat Papua dan mantan Ketua Presidium Dewan Papua yang tewas terbunuh pada 2001 lalu.
Setiap tahun, para simpatisan dan pendukung Theys menggelar doa bersama di komplek pemakamannya, yang biasanya digelar bertepatan dengan HUT Organisasi Papua Merdeka.
Menurut Angle Bertha, baru kali ini tidak ada kegiatan doa bersama di makam Theys.
"Baru kali ini tidak ada kegiatan apa-apa di makam Theys. Selama tujuh tahun terakhir selalu ada, dan akan ada pengibaran bendera (Bintang Kejora) di makam Theys".
Sejauh pengamatan Angle Bertha, sampai Sabtu (01/12) sore, belum ada laporan kegiatan pengibaran bendera "Bintang Kejora" di Jayapura serta tempat-tempat lain di Papua dan Papua Barat.






