Presiden SBY kecam film anti islam

Terbaru  17 September 2012 - 14:04 WIB

Presiden SBY mengecam isi dan peredaran film yang menghina Islam.

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono dalam pidatonya di Munas Alim Ulama dan Konbes NU di Cirebon mengecam isi dan peredaran film buatan warga AS yang dianggap menghina Nabi Muhammad.

"Saya dan pemerintah terus terang telah menyampaikan ketidaksenangan dan kecaman saya atas dibuat dan diedarkannya film seperti itu yang menurut saya merupakan bentuk pelecehan terhadap sebuah agama," katanya di hadapan peserta acara itu, Senin (17/09).

Kalau tindakan seperti itu terus dibiarkan, lanjut Presiden, akan menyulut konflik dan benturan yang luas di seluruh dunia.

"Menimbulkan ketidaktentraman diantara pemeluk-pemeluk agama di dunia," kata Presiden, yang disambut tepuk tangan peserta munas.

Sampai Minggu (16/09), aksi kekerasan menentang film tersebut masih berlangsung, dengan setidaknya delapan orang tewas dalam aksi protes di Khartoum, Tunisia dan Kairo.

Kebanyakan aksi protes dan penyerangan mengarah ke kedutaan AS setelah cuplikan film - yang dibuat di AS - tersebar di internet.

Satu orang dilaporkan tewas dalam bentrokan antara demonstran dan polisi di Karachi, Pakistan pada hari Minggu.

Tidak melanggar hukum

"Segala sesuatu tidak boleh melanggar hukum, apalagi sampai menyerang diplomat yang tidak bersalah sampai meninggal dunia. Ingat, kita juga punya diplomat di setiap negara."

Presiden Susilo Bambang Yudhoyono

Presiden kemudian menyebut pembuat film itu sebagai sosok yang tidak bertanggungjawab.

"Akibat orang yang tidak bertanggungjawab, maka banyak negara dibikin repot, karena banyak aksi-aksi kekerasan," tambahnya.

Warga negara AS atau negara barat lain, lanjut presiden, terkena dampak dari perbuatan itu.

"Yang sebenarnya tidak bersalah, ikut menjadi sasaran kekerasan di banyak negara," kata Presiden.

"Bayangkan, perbuatan seperti itu menyusahkan semua dan membikin dunia ini kurang tentram dan kurang damai," tambahnya lagi.

Meskipun demikian, Presiden Yudhoyono meminta aksi-aksi protes terkait isi dan peredaran film itu tidak berakhir pada aksi kekerasan.

"Segala sesuatu tidak boleh melanggar hukum, apalagi sampai menyerang diplomat yang tidak bersalah sampai meninggal dunia," katanya.

"Ingat," Presiden menekankan, "kita juga punya diplomat di setiap negara".

Link terkait

Topik terkait

BBC © 2014BBC tidak bertanggungjawab atas isi dari situs internet pihak luar

Halaman ini akan lebih baik dilihat dengan dengan penjelajah terbaru yang memiliki fasilitas style sheets (CSS). Anda memang bisa melihat isi halaman dengan menggunakan penjelajah saat ini, namun tidak bisa untuk mendapatkan pengalaman visual secara menyeluruh. Mohon perbaraui penjelajah anda atau gunakan CSS, jika memungkinkan.

]]>