Penampakan kayu gelondongan yang hanyut bersama banjir di Sumatra

Banjir Padang

Sumber gambar, Reuters

Keterangan gambar, Seorang warga Padang berjalan melalui kayu-kayu gelondongan yang hanyut bersama banjir.
Waktu membaca: 4 menit

Banjir bandang dan longsor yang menerjang 46 kabupaten di tiga provinsi di Sumatra pada pekan lalu telah menewaskan lebih dari 600 orang dan berdampak pada 1,5 juta jiwa, menurut Badan Nasional Penanggulangan Bencana (BNPB).

Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) menyebut peristiwa itu dipicu oleh Siklon Senyar, sebuah fenomena alam langka yang menyebabkan hujan ekstrem di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat.

Namun, pegiat lingkungan juga meyakini fenomena alam tersebut bukan satu-satunya penyebab banjir ekstrem.

Walhi menilai bencana ini tak lepas dari masifnya aktivitas industri ekstraktif, mulai dari tambang, perkebunan, dan energi di berbagai lokasi di Sumatra.

Sangkaan itu ternyata kian menguat ketika hamparan kayu gelondongan hanyut terseret bersama kuatnya laju banjir dan terjebak di tengah permukiman warga, sungai, danau, hingga bermuara ke pantai.

Menteri Kehutanan mengatakan tim gabungan yang terdiri dari personel BPBD Kabupaten Agam, Basarnas, dan TNI/Polri saat ini terus mengupayakan percepatan pencarian dan evakuasi korban, pembukaan jalur terisolir, dan penyaluran bantuan, sementara data BPBD setempat sebanyak 69 orang korban banjir di kecamatan itu masih dinyatakan hilang.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Wahdi Septiawan/nz.

Keterangan gambar, Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni berdiri di atas tumpukan kayu yang hanyut saat meninjau proses pencarian korban banjir bandang di Pasak Kayu, Nagari Salareh Aia, Palembayan, Agam, Sumatera Barat, Minggu (30/11/2025).

Direktorat Jenderal Penegakan Hukum Kehutanan menjelaskan kayu-kayu itu bisa berasal dari beragam sumber, mulai dari pohon lapuk, pohon tumbang, material bawaan sungai, area bekas penebangan liar, bahkan aktivitas yang melanggar hukum termasuk penyalahgunaan Pemegang Hak Atas Tanah (PHAT) dan illegal logging.

Meski begitu, pihaknya masih menelusuri lebih lanjut soal asal muasal kayu gelondongan.

Sementara itu, Dewan Perwakilan Rakyat (DPR) disebut bakal memanggil Menteri Kehutanan Raja Juli Antoni pada Kamis (04/12) untuk menjelaskan persoalan tersebut.

Peta menunjukkan titik lokasi kayu gelondongan di Aceh, Sumatra Utara, dan Sumatra Barat

Berikut penampakan kayu-kayu gelondongan di berbagai lokasi di Aceh, Sumatra Barat, dan Sumatra Utara.

Aceh

Banjir Aceh

Sumber gambar, EPA

Keterangan gambar, Kayu-kayu gelondongan terdampar setelah banjir melanda Meureudu, Pidie Jaya Aceh, Senin (01/12).
Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) setempat bersama Basarnas, relawan SAR, TNI, Polri, PMI, dan masyarakat Pidie Jaya masih menyisir dan mengevakuasi warga yang terjebak banjir.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Irwansyah Putra/tom.

Keterangan gambar, Warga menyisir daerah yang terdampak banjir luapan Sungai Meureudu di Desa Meunasah Lhok, Pidie Jaya, Aceh, Sabtu (29/11).

Sumatra Utara

Warga terpaksa melintasi jembatan darurat dari batang kayu akibat jalan dan jembatan penghubung antara Kabupaten Tapanuli Selatan menuju Tapanuli Tengah-Sibolga serta Medan putus diterjang banjir bandang pada Selasa (29/11).

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Yudi Manar/bar

Keterangan gambar, Warga berjalan melintasi sungai dengan jembatan darurat di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Sabtu (29/11/2025).
Warga membawa barang-barangnya saat mengungsi dari kawasan yang dilanda banjir bandang mematikan menyusul hujan lebat di Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatera Utara, Indonesia, 28 November 2025.

Sumber gambar, REUTERS/Stringer

Keterangan gambar, Warga membawa barang-barangnya saat mengungsi dari kawasan yang dilanda banjir bandang mematikan menyusul hujan lebat di Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Indonesia, 28 November 2025.
Sampah kayu gelondongan tersebut menumpuk di pemukiman warga dan sungai pasca banjir bandang pada Selasa (25/11).

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Yudi Manar/bar

Keterangan gambar, Warga mengamati sampah kayu gelondongan pasca banjir bandang di Desa Aek Garoga, Kecamatan Batang Toru, Kabupaten Tapanuli Selatan, Sumatra Utara, Sabtu (29/11/2025).

Sumatra Barat

Sampah kayu gelondongan itu menumpuk di sepanjang pantai Padang pasca banjir bandang beberapa hari terakhir.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/YU

Keterangan gambar, Sejumlah warga berjalan di antara potongan kayu gelondongan yang bertumpuk di pantai Air Tawar, Padang, Sumatra Barat, Jumat (28/11).
Sampah kayu gelondongan itu menumpuk di sepanjang pantai Padang pasca banjir bandang beberapa hari terakhir.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Iggoy el Fitra/YU

Keterangan gambar, Foto udara sejumlah warga berjalan di antara potongan kayu gelondongan yang bertumpuk di pantai Air Tawar, Padang, Sumatra Barat, Jumat (28/11).
Sampah kayu gelondongan tersebut menumpuk di sepanjang jalur banjir bandang beberapa hari terakhir.

Sumber gambar, ANTARA FOTO/Wawan Kurniawan/Lmo/nz

Keterangan gambar, Foto udara sampah dari kayu gelondongan yang hanyut di danau Singkarak di Nagari Muaro Pingai, Kabupaten Solok, Sumatra Barat, Minggu (30/11/2025).