Paus Fransiskus menyatakan para pastor Katolik dapat memberkati pasangan sesama jenis

Paus Fransiskus.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Paus Fransiskus.

Paus Fransiskus telah memperbolehkan para pastor untuk memberikan pemberkatan kepada pasangan sesama jenis, sebuah kemajuan berarti bagi orang-orang LGBT yang menganut agama Katolik Roma.

Pimpinan Gereja Katolik Roma mengatakan pastor-pastor selayaknya diizinkan untuk memberkati pasangan-pasangan sesama jenis dan “tidak biasa”, di bawah situasi-situasi tertentu.

Namun, Vatikan menyatakan pemberkatan-pemberkatan seharusnya tidak menjadi bagian dari ritual-ritual keagamaan gereja yang biasa atau berkaitan dengan persatuan sipil atau pernikahan.

Mereka menambahkan Vatikan tetap melihat pernikahan sebagai sesuatu di antara laki-laki dan perempuan.

Baca juga:

Seorang aktivis LGBT memegang poster bergambar Paus Fransiskus dengan gambar hati berwarna pelangi, dalam acara Avellino Pride 2019, 15 Juni 2019 di Atripalda, Italia.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Seorang aktivis LGBT memegang poster bergambar Paus Fransiskus dengan gambar hati berwarna pelangi, dalam acara Avellino Pride 2019, 15 Juni 2019 di Atripalda, Italia.

Paus Fransiskus menyetujui sebuah dokumen yang diterbitkan Vatikan mengenai pengumuman perubahan ini pada Senin.

Vatikan mengatakan ini sepatutnya menjadi pertanda bahwa “Tuhan menerima semuanya”, tetapi dokumen yang bersangkutan mengatakan para pendeta harus memutuskannya dalam basis kasus per kasus.

Memperkenalkan teks itu kepada publik, Kardinal Victor Manuel Fernández, prefek Gereja Vatikan, mengatakan deklarasi baru ini tetaplah “tegas mengenai doktrin tradisional Gereja tentang pernikahan.”

Kendati demikian, dia menambahkan bahwa sesuai dengan “visi kepasturan” dari “perluasan” daya tarik Gereja Katolik yang dicanangkan Paus Fransiskus, pedoman baru ini dapat memperbolehkan para pendeta untuk memberkati hubungan yang masih dianggap dosa.

Orang-orang yang mendapatkan pemberkatan “tidak boleh diharuskan untuk memiliki kesempurnaan moral terlebih dahulu”, menurut deklarasi ini.

Baca juga:

Seorang perempuan yang mengenakan kaus bergambar Paus Fransiskus mengikuti acara Rome Pride, parade LGBTQIA+, pada 26 Juni 2021 di Roma, Italia.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Seorang perempuan yang mengenakan kaus bergambar Paus Fransiskus mengikuti acara Rome Pride, parade LGBTQIA+, pada 26 Juni 2021 di Roma, Italia.

Di Gereja Katolik, pemberkatan adalah sebuah doa atau permohonan, biasanya dilakukan pastor, meminta Tuhan untuk menolong orang atau mereka yang diberkati.

Kardinal Fernández menekankan sikap baru ini tidak memvalidasi status pasangan sesama jenis di mata Gereja Katolik.

Deklarasi ini mewakili sikap yang lebih lembut dari Gereja Katolik kendati tidak mengubah posisi mereka.

Pada 2021 silam, Paus Fransiskus mengatakan para pastor tidak bisa memberkati pernikahan-pernikahan sesama jenis, karena Tuhan tidak bisa “memberkati dosa”.

Paus Fransiskus mengimplikasikan pada Oktober lalu bahwa dirinya terbuka kepada ide untuk Gereja memberkati pasangan-pasangan sesama jenis.

Uskup-uskup di negara-negara tertentu sebelumnya mengizinkan para pastor untuk memberkati pasangan-pasangan sesama jenis, kendati posisi dari otoritas Gereja masih belum jelas.