Siapakah putri Kim Jong Un, sosok kuat penerus kekuasaan Korea Utara?

Sumber gambar, KCNA via Reuters
- Penulis, Luis Barrucho
- Peranan, BBC World Service
- Waktu membaca: 7 menit
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, tampaknya sedang mengambil langkah-langkah untuk mengonsolidasikan posisi putrinya, Kim Ju Ae, sebagai penerus takhta kekuasaan. Hal itu diungkapkan Badan Intelijen Nasional Korea Selatan (NIS) kepada para anggota parlemen pada Kamis (12/02).
Badan intelijen itu meyakini bahwa peran Kim Ju Ae dalam berbagai acara publik mengindikasikan bahwa ia telah mulai memberikan masukan ke kebijakan.
Ju Ae juga kini diperlakukan sebagai pemimpin tertinggi kedua secara de facto, sebagaimana disampaikan oleh anggota parlemen Park Sun-won dan Lee Seong-kweun kepada wartawan, setelah pengarahan tertutup kepada komite intelijen parlemen.
NIS juga melaporkan akan terus memantau apakah kehadiran Ju Ae akan menghadiri kongres utama partai pada akhir Februari mendatang.
Pertemuan tersebut diyakini para analis akan mengungkap target kebijakan utama terkait ekonomi, urusan luar negeri, dan pertahanan untuk tahun-tahun ke depan.
Kim Ju Ae merupakan satu-satunya anak Kim Jong Un yang diketahui publik.
Anak sulung pemimpin itu diyakini secara luas adalah laki-laki, namun informasi mengenai hal tersebut sangat minim.
Jika Ju Ae menggantikan ayahnya, ia akan menjadi pemimpin perempuan pertama Korea Utara sejak rezim Komunis didirikan pada 1948.
Jadi, apa yang kita ketahui tentang Kim Ju Ae?

Sumber gambar, KCNA via Reuters
Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.
Klik di sini
Akhir dari Whatsapp
Pemimpin Korea Utara, Kim Jong Un, dikenal sangat tertutup mengenai keluarganya, sehingga sangat sedikit informasi yang diketahui publik mengenai mereka.
Dia bahkan merahasiakan istrinya, Ri Sol Ju, untuk beberapa waktu setelah pernikahan mereka. Ri baru tampil di depan publik untuk pertama kalinya pada tahun 2012.
Media Korea Selatan melaporkan bahwa mereka menikah pada tahun 2009 dan memiliki seorang anak setahun kemudian.
Mungkin Anda tertarik:
Ri Sol Ju juga diyakini sebagai ibu dari Kim Ju Ae, yang lahir beberapa tahun kemudian.
Sosok Kim Ju Ae pertama kali disebutkan secara publik pada 2013, setelah mantan bintang bola basket Amerika Serikat, Dennis Rodman, melakukan perjalanan kontroversial ke Korea Utara.
Rodman mengatakan bahwa dirinya menghabiskan waktu bersama keluarga Kim, bersantai di tepi laut, dan sempat "menggendong bayi mereka" yang ia sebut bernama Ju Ae.
Saat ini, Kim Ju Ae diperkirakan berada di usia awal remaja.

Sumber gambar, KCNA via Reuters
Informasi mengenai Kim Ju Ae sempat tidak terdengar hingga November 2022, saat dia muncul mendampingi ayahnya dalam peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM).
Pada awalnya, bahkan media Korea Utara hanya "mengakuinya sebagai putri Kim Jong Un, tanpa menyebutkan nama atau usianya," kata Fyodor Tertitskiy, peneliti politik Korea Utara dari Universitas Kookmin di Seoul.
"Tidak ada hal lain yang diketahui, setidaknya secara publik," tambahnya.
Dalam pengarahan tertutup pada 2023, NIS memberi tahu para politisi Korea Selatan bahwa Kim Ju Ae tidak pernah terdaftar di lembaga pendidikan resmi dan menjalani pendidikan dari rumah (home-schooling) di Pyongyang.
Laporan tersebut juga menjelaskan bahwa Ju Ae memiliki hobi seperti berkuda, berenang, dan bermain ski.
Salah satu peserta dalam pengarahan itu kemudian mengatakan kepada wartawan bahwa Kim Jong Un sangat puas dengan keterampilan berkuda putrinya.
NIS menyatakan bahwa Kim Ju Ae memiliki seorang kakak laki-laki dan seorang adik yang jenis kelaminnya belum dapat dikonfirmasi oleh lembaga tersebut. Hingga saat ini, kedua saudara tersebut belum pernah terlihat di depan publik.

Sumber gambar, Reuters
Debut publik
Profil publik Kim Ju Ae dilaporkan terus meningkat seiring waktu. Ia kini terlihat mendampingi ayahnya di berbagai kesempatan, baik dalam acara militer maupun non-militer.
Pada September lalu, Ju Ae nampak menemani ayahnya dalam kunjungan ke China untuk menghadiri parade militer Hari Kemenangan. Hal itu menjadi perjalanan luar negeri pertamanya yang terdokumentasi.
Kunjungan itu dinilai signifikan karena menandai debut diplomatik multilateral bersejarah pemimpin Korea Utara itu bersama Presiden China Xi Jinping dan Presiden Rusia Vladimir Putin, meskipun Kim Ju Ae tidak muncul dalam parade tersebut.
Pada Desember 2023, keduanya menghadiri peluncuran rudal balistik antarbenua (ICBM) berbahan bakar padat Hwasong-18, rudal jarak jauh paling canggih dalam alutsista negara tersebut.
Ju Ae juga mendampingi ayahnya saat peluncuran satelit mata-mata Malligyong-1 pada November tahun yang sama. Pyongyang mengklaim kalau satelit itu mampu memberikan Kim Jong Un pemandangan Gedung Putih, AS.
Selain itu, Radio Free Asia melaporkan pada Februari 2023 bahwa pemerintah Korea Utara memerintahkan siapa pun yang memiliki nama "Kim Ju Ae" untuk mengganti nama mereka. Hal ini disebut sebagai praktik standar dalam dinasti penguasa.
Para pengamat Korea Utara juga mencatat bahwa Kim Ju Ae kini mulai disebut sebagai putri yang "dihormati", bukan lagi putri yang "dicintai".
Kata sifat "dihormati" merupakan sebutan khusus yang diberikan ke sosok yang paling dipuja di Korea Utara. Sebagai contoh, Kim Jong Un sendiri baru disebut sebagai "rekan yang dihormati", setelah statusnya sebagai pemimpin masa depan telah dikukuhkan.
Calon pengganti yang potensial?
Warga Korea Utara didoktrin bahwa keluarga Kim berasal dari garis keturunan suci, yang berarti hanya mereka yang berhak memimpin negara tersebut.
Beberapa analis menilai bahwa memperkenalkan Kim Ju Ae kepada publik di usia dini merupakan cara pemimpin Korea Utara untuk memantapkan posisi putrinya jauh sebelum ia memegang kekuasaan.
Meski demikian, belum ada indikasi bahwa suksesi itu akan terjadi dalam waktu dekat, dan rumor mengenai kesehatan Kim Jong Un yang memburuk sebelumnya telah dibantah.

Sumber gambar, KCNA via Reuters
Di sisi lain, beberapa pihak menilai langkah ini merupakan cara Kim Jong Un untuk menunjukkan citra sebagai ayah yang penyayang di tengah masyarakat Korut yang sangat patriarki.
"Melihat para pemimpin sebelumnya, Kim Jong Il dan Kim Il Sung, ada banyak propaganda yang berfokus pada peran pemimpin Korea Utara sebagai figur keibuan dan kebapakan," kata Edward Howell, dosen politik di Universitas Oxford dan ahli tentang Semenanjung Korea, dalam sebuah wawancara sebelumnya.
"Jadi saya pikir simbolisme ini juga berlanjut dengan menampilkannya [Ju Ae] bersama ayahnya di depan umum."
Namun, tambah Howel, "Memiliki anggota garis keturunan Kim sangat penting bagi kepemimpinan Korea Utara sehingga jika pemimpin perempuan, hal itu lebih baik daripada memiliki pemimpin yang bukan anggota keluarga Kim," kata Howell.
Sebelumnya, NIS Korea Selatan menyatakan suksesi itu masih mempertimbangkan "segala kemungkinan" karena terdapat "banyak variabel".

Sumber gambar, KCNA via Reuters
Sementara itu, Fyodor Tertitskiy meyakini bahwa Kim Jong Un sedang "menguji pendapat publik dan kaum elite terhadap potensi suksesi" dengan menampilkan Kim Ju Ae secara terbuka.
Hal yang biasanya tidak dilakukan hingga suksesi dikonfirmasi. Namun, ia sepakat bahwa masih terlalu dini untuk membicarakan pengganti Kim Jong Un.
"Jika dia [Jong Un] meninggal pada usia yang sama dengan ayahnya, yakni 70 tahun, maka itu akan terjadi pada 2054. Bahkan jika kita berasumsi negara Korea Utara bertahan hingga saat itu dalam bentuknya yang sekarang, masyarakatnya mungkin tidak akan sama lagi," ujar Tertitskiy.
"Selain itu, perlu juga dicatat bahwa ada perbedaan antara menerima kesetaraan gender secara umum dan menerima seorang penguasa perempuan," tambahnya.


























