Irlandia, Norwegia dan Spanyol mengakui negara Palestina - Sejak kapan Indonesia mengakui kemerdekaan Palestina?

Palestina, Spanyol, Irlandia, Norwegia

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Seorang warga Argentina membawa bendera Palestina dalam aksi buruh 1 Mei 2024 di Buenos Aires.

Irlandia, Norwegia, dan Spanyol mengumumkan mereka akan mengakui negara Palestina secara resmi mulai 28 Mei 2024.

Spanyol dan Irlandia mengatakan keputusan tersebut tidak dibuat untuk menentang Israel ataupun mendukung Hamas, melainkan sebagai upaya mewujudkan perdamaian.

Israel bereaksi negatif, memperingatkan bahwa langkah tersebut akan menimbulkan lebih banyak gejolak di kawasan Israel dan Palestina.

Israel juga akan memanggil duta besarnya untuk ketiga negara tersebut.

Sementara Hamas, dan Otoritas Palestina, menyambut positif pengakuan tiga negara tersebut.

Mengapa tiga negara itu ingin mengakui negara Palestina?

Palestina, Irlandia, Israel

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Perdana Menteri Irlandia Simon Harris (tengah), diapit oleh Menteri Luar Negeri Michel Martin (kanan) dan Menteri Transportasi Eamon Ryan (kiri), menyampaikan pidato saat konferensi pers untuk mengakui negara Palestina di gedung Pemerintah di Dublin, 22 Mei 2024.

Setelah berkoordinasi dengan Spanyol dan Irlandia, Norwegia menjadi negara pertama yang mengakui negara Palestina pada Rabu (22/05).

Perdana Menteri (PM) Norwegia, Jonas Gahr Støre, menyatakan langkah tersebut bertujuan "mendukung kekuatan moderat yang mengalami kemunduran dalam konflik yang kejam dan berkepanjangan".

“Ini adalah investasi dalam satu-satunya solusi yang dapat membawa perdamaian berkelanjutan di Timur Tengah,” tambahnya.

Ia merujuk pada rencana yang disebut “solusi dua negara”, yakni sebuah keinginan untuk melihat Israel dan Palestina hidup berdampingan secara damai.

Setelah Norwegia membuat pengumuman, Irlandia dan Spanyol mengambil langkah yang sama.

Seorang pengunjuk rasa mengibarkan bendera Palestina di Oslo, Norwegia.

Sumber gambar, Getty Images

Keterangan gambar, Seorang pengunjuk rasa mengibarkan bendera Palestina di Oslo, Norwegia.

Baca juga:

“Hari ini, kami menyatakan dengan jelas dukungan kami terhadap persamaan hak atas keamanan, martabat manusia, dan penentuan nasib sendiri bagi masyarakat Palestina dan Israel,” kata Menteri Luar Negeri Irlandia, Micheál Martin.

Perdana Menteri (PM) Irlandia, Simon Harris, menekankan bahwa "Hamas bukan [melambangkan] masyarakat Palestina”.

“Keputusan hari ini untuk mengakui negara Palestina diambil untuk menciptakan masa depan yang damai," katanya.

Komentar Harris juga digaungkan oleh Perdana Menteri (PM) Spanyol, Pedro Sanchez, yang mengatakan tindakan itu "tidak melawan Israel, tidak melawan orang Yahudi".

“Langkah ini tidak bermaksud mendukung Hamas, sesuatu yang sudah kami katakan sebelumnya. Pengakuan ini tidak melawan siapapun, melainkan untuk mendukung perdamaian dan hidup berdampingan."

Palestina, Spanyol, Israel

Sumber gambar, AFP

Keterangan gambar, Sebuah toko perlengkapan olahraga di Hebron, Tepi Barat, memajang bendera Spanyol di jendelanya setelah negara itu mengakui keberadaan negara Palestina.

Bagaimana reaksi Palestina dan Israel?

Lewati Whatsapp dan lanjutkan membaca
Akun resmi kami di WhatsApp

Liputan mendalam BBC News Indonesia langsung di WhatsApp Anda.

Klik di sini

Akhir dari Whatsapp

Israel cukup murka mendengar keputusan itu. Menteri luar negeri Israel Katz, menyatakan ia sedang memanggil pulang duta besar Israel di tiga negara itu untuk “berkonsultasi”.

“Israel tidak akan diam saja – akan ada konsekuensi serius lainnya,” katanya.

Katz juga mengatakan bahwa duta besar Norwegia, Irlandia dan Spanyol untuk Israel akan dipanggil untuk “diberikan teguran lisan”.

Dia mengatakan pihaknya akan memperlihatkan video penculikan terhadap seorang tentara perempuan Israel pada 7 Oktober 2023.

Hamas, kelompok yang menguasai Gaza dan saat ini sedang berperang melawan Israel, mengatakan pengakuan tiga negara itu akan menjadi “titik balik dalam posisi dunia internasional terhadap masalah Palestina”.

Dalam sebuah pernyataan kepada AFP, Bassem Naim, seorang tokoh senior Hamas, mengatakan “perlawanan berani” rakyat Palestina melatari keputusan tersebut.

Pihak oposisi Hamas, Otoritas Palestina – yang menguasai sebagian Tepi Barat yang diduduki Israel – mengatakan Norwegia, Spanyol dan Irlandia menunjukkan “komitmen teguh” dalam “memberikan keadilan yang telah lama tertunda bagi rakyat Palestina.”

Israel Katz, Palestina

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Menteri Luar Negeri Israel, Israel Katz, menyatakan pihaknya akan memanggil pulang duta besar Israel di Irlandia, Norwegia dan Spanyol untuk “berkonsultasi”.

Perdebatan terkait status Palestina sebagai negara telah membuat jengkel komunitas internasional selama puluhan tahun.

Sejak serangan pada 7 Oktober, Perdana Menteri Israel, Benjamin Netanyahu, mempertegas penolakannya terhadap terwujudnya negara Palestina.

Ia menyatakan keberadaan negara Palestina dapat mengancam keamanan Israel.

Kementerian luar negeri Israel mengatakan dalam unggahan media sosial pada Selasa (21/05) bahwa pengakuan terhadap negara Palestina akan menimbulkan lebih banyak “terorisme, gejolak di kawasan [Israel dan Palestina] dan mengancam potensi damai”.

Sekitar 1.200 orang Israel tewas dalam serangan pada 7 Oktober, ketika pasukan bersenjata Hamas menyerbu Israel. Mereka menahan 252 orang dan membawa mereka ke Gaza sebagai sandera.

Sejak itu, lebih dari 35.000 orang Palestina, kebanyakan warga sipil, tewas dalam serangan Israel terhadap Gaza, menurut kementerian kesehatan yang dikendalikan Hamas.

Peta perbatasan Israel dan Palestina

Negara mana saja yang sudah mengakui Palestina?

Sebagian besar negara-negara di dunia sudah mengakui negara Palestina, termasuk Indonesia. Bahkan, Indonesia termasuk salah satu negara pertama yang mengakui kemerdekaan Palestina pada 15 November 1988.

Pada awal Mei 2024, 143 dari 193 anggota Majelis Umum Perserikatan Bangsa-Bangsa (PBB) setuju jika Palestina bergabung dalam PBB, sesuatu yang hanya bisa dilakukan oleh sebuah negara.

Sebelum pengumuman pada Rabu (22/05), hanya sembilan negara Eropa mengakui negara Palestina dan sebagian besar mengambil keputusan tersebut pada 1988 ketika masih menjadi bagian dari blok Soviet.

Sementara negara-negara Eropa lainnya, dan Amerika Serikat, masih percaya bahwa pengakuan negara Palestina baru bisa diberikan sebagai bagian dari solusi solusi dua negara jangka panjang terhadap konflik tersebut.

Slovenia dan Malta baru-baru ini mengatakan bahwa mereka sedang mempertimbangkan keputusan formal untuk mengakui negara Palestina.

Perdana Menteri Norwegia juga mengatakan bahwa ia berharap pengakuan tiga negara terhadap negara Palestina akan membuka ruang untuk melanjutkan negosiasi perdamaian.

Saat ini, perundingan perdamaian di Kairo, yang sudah lama berjalan, belum dimulai lagi.

Boikot, Israel, Palestina

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Aksi protes di Jakarta pada 20 Mei 2024 yang menyerukan boikot terhadap produk dan perusahaan-perusahaan yang berafiliasi dengan Israel.

Baca juga:

Sementara, situasi kemanusiaan di Gaza terus memburuk. Awal pekan ini, PBB menyatakan distribusi makanan di kota Rafah, Gaza selatan, ditangguhkan karena kurangnya pasokan dan ancaman keamanan.

Israel mengatakan serangan di Rafah perlu dilakukan untuk menghancurkan Hamas. Namun, dunia internasional tidak setuju. Sebab, serangan Israel dapat memperburuk krisis kemanusiaan di Gaza.

Ketua jaksa Pengadilan Kriminal Internasional (ICC) telah mengajukan surat perintah penangkapan Netanyahu dan pemimpin Hamas di Gaza, Yahya Sinwar, atas kejahatan perang.

Israel dan Hamas mengutuk keputusan tersebut.

Gaza, Rafah, Palestina

Sumber gambar, Getty

Keterangan gambar, Beberapa warga Palestina membersihkan reruntuhan bangunan sekolah yang rusak akibat serangan Israel di Khan Yunis, Gaza, 19 Mei 2024.