Penembakan di ruang sidang, gedung Senat Filipina ditutup
Suasana kacau terjadi di Senat Filipina di Manila pada Rabu (13/05) setelah terdengar suara tembakan di dalam ruang sidang.
Insiden tersebut terjadi ketika polisi dan militer melakukan upaya perlindungan terhadap Senator Filipina Ronald dela Rosa.
Dia menjabat sebagai kepala polisi di bawah mantan Presiden Rodrigo Duterte dan dicari oleh Mahkamah Pidana Internasional (ICC) atas tuduhan kejahatan terhadap kemanusiaan.
Senator dela Rosa telah berlindung di dalam Senat sejak Senin, ketika surat perintah ICC dikeluarkan.
Masih belum jelas siapa yang melakukan penembakan tersebut.
Presiden Filipina Ferdinand Marcos Jr. mengunggah video di media sosial yang mengatakan bahwa pemerintahnya tidak terlibat dalam penembakan tersebut dan bahwa pihak berwenang akan menentukan apa yang terjadi.
Setidaknya 15 tembakan dilaporkan dilepaskan, menyebabkan para jurnalis berlari mencari perlindungan. Pejabat pemerintah menyatakan tidak ada korban dalam insiden tersebut.
Video editor: Lesthia Kertopati






